Rabu, 29 Juni 2016

PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak

PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak

Tanggal 20 Juni 2016 MPH (Majelis Pengurus Harian) PGI yang saat ini dipimpin Pdt. DR Henriette Hutabarat (ketua umum), dan Pdt. Gomar Gultom (sekrataris umum) membuat pernyataan pastoral yang terdiri dari Pengantar, 7 Pernyataan Titik Tolak, 4 Pernyataan Rekomendasi, dan 1 Penutup, dengan penekanan bahwa LGBT hanyalah bawaan (given) dari bayi, bukan penyakit psikologi, maupun penyakit spiritual, dan bukan dosa (sumber resmi).

Untuk menghindari kemungkinan kesalahan dan kekeliruan terhadap pesan yang beredar di sosial media, Jawaban.com telah meminta dan mendapatkan rilis resmi pesan pastoral dukungan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dari sekretariat PGI.

Berikut rilis resminya, klik tautan ini.

Dalam pesan itu termuat maksud dan tujuan beserta poin-poin untuk mendukung keberadaan LGBT. Untuk mengklarifikasinya, redaksi menghubungi kepala biro Humas PGI, Jeirry Sumampouw melalui telepon.

"Benar itu (Pesan Pastoral) adalah suara di tingkat MPH (Majelis Pekerja Harian). Akan tetapi perlu meminta ke sekretariat PGI secara langsung, pesan tersebut secara resmi, karena ada kop surat dan juga tanda-tangan. Jadi resmi. Kalau yang beredar di sosial media, khawatir ada yang menambah-nambahi, sehingga pesan yang dimaksud menjadi tidak benar," katanya kepada jawaban.com, Senin (20/06/2016).


Surat pastoral ini langsung menjadi kontroversi, karena dari pernyataan oleh PGI, nampak secara implisit jika PGI mengatakan "tidak ada masalah" dengan LGBT.

Bahkan dalam surat pastoral tersebut dikatakan: "Oleh karena itu, menjadi LGBT, apalagi yang sudah diterima sejak lahir, bukanlah suatu dosa..."

Padahal Rasul Paulus mengatakan:
"Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (1 Korintus 6:9-10)
"Hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia" (1 Timotius 1:9-11)

Pernyataan sikap ini sendiri hingga saat ini menimbulkan reaksi yang cukup beragam di sosial media, mayoritas menyatakan kekecewaan dan memprotes sikap PGI terhadap LGBT yang justru mendukung, berbeda jauh dengan lembaga keumatan lain seperti PBNU ataupun KWI yang sudah lebih dahulu menyatakan sikap penolakan terhadap LGBT.

Gereja Katolik dengan Tegas Tolak LGBT

Rohaniwan Katolik Pastor Benny Susetyo menegaskan sikap Gereja Katolik sejak awal tegas terhadap LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Yakni tidak mengakui alias menolak LGBT.

"Sikap Gereja Katolik sejak awal tidak mengakui perkawinan sejenis. Semua agama pasti menolak karena tidak bisa menerima orientasi seksual menyimpang," tegas Rohaniawan ini kepada Tribun, Rabu (17/2/2016).

Benny mengatakan gereja Katolik, mengikuti sikap Tahta Suci Vatikan dan Paus, sejak awal tidak akan mengakui perkawinan sejenis karena menyalahi kodrati manusia yang diciptakan Tuhan berpasangan laki-laki dan perempuan.

"Namun, gereja tetap menghormati dan mencintai kelompok-kelompok penyuka sesama jenis dan merangkul mereka sebagai manusia," ucapnya.

Menurut Benny, perkawinan adalah buah dari prokreasi antara laki-laki dan perempuan. Karena itu, perkawinan sejenis bertentangan tentang penciptaan manusia oleh Tuhan karena akan mengaburkan identitas laki-laki dan perempuan.

"Selain itu, perkawinan sejenis juga akan menghilangkan makna keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Anak yang hidup dalam keluarga dari orang tua sejenis akan kehilangan figur ayah atau ibu," katanya.

Akan tetapi, kata Benny, kelompok LGBT sebagai ciptaan Tuhan, harus dihargai, dicintai dan tidak boleh dikucilkan.

"Sebagai manusia mereka harus diperlakukan secara adil dan tidak boleh diskriminasi. Mereka diterima, dihargai, dicintai dan tidak dikucilkan sebagai manusia memiliki martabat," katanya.

Tidak hanya dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), penolakan terhadap LGBT juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin). Mayoritas lembaga keagamaan menolak LGBT, lalu ada apa dengan PGI?

Berikut isi surat Pastoral PGI yang menyatakan mendukung keberadaan LGBT:


PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak


PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak


PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak


PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak


PGI Keluarkan Surat Pastoral Dukung LGBT, Gereja Katolik Tetap Menolak

Sumber:

12 komentar:

  1. Cara pandang manusia yang berbeda .... Semoga ada terang. Tuhanlah harapanku....Ia yang memenuhi segala kebutuhanku, Trima kasih Tuhan ...Amin.... Edi, Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus
  2. hanya satu jawaban dari saya: "Kalau tidak tau proses jangan diprotes"

    pengetahuan yang tidak direnungkan bagaikan makanan yang tidak dikunyah

    BalasHapus
  3. Jangan menghakimi LGT supaya kamu, tidak di hakimi.
    LGT juga manusia ciptaan Tuhan, Tuhan membenci dosa,
    tetapi mengasihi orang2 yg berdosa & yg mau bertobat.

    BalasHapus
  4. File pertama :

    Organisasi PGI perlu melakukan evaluasi dan instrospeksi diri, penuh kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap segala kebijakan pengajaran dan pelayanan selama di dunia.

    Secara pasti, YESUS KRISTUS sangat mengasihi umat manusia, sehingga Dia berkata :"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit"

    Tetapi, hal ini jangan ditafsirkan secara sembarangan, tetapi perlu memahami apa yang menjadi kehendak TUHAN ALLAH.

    Bukti dan fakta bahwa TUHAN ALLAH sangat mengasihi manusia terlihat secara jelas dari kitab Kejadian sampai dengan Wahyu. Ada hal yang perlu menjadi "warning" dan larangan, adalah :

    "Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (1 Korintus 6:9-10)

    "Hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia"
    (1 Timotius 1:9-11)

    "Warning" dan larangan tersebut hendaknya menjadi pusat perhatian utama dalam menjalankan misi TUHAN ALLAH di dunia, yakni : mewujudkan kerajaan Imam atau kerajaan Allah di dunia.

    Jangan menafsirkan ALKITAB secara parsial, tetapi harus secara Integral untuk memahami kehendak TUHAN ALLAH.

    ................. berlanjut ke file kedua

    BalasHapus
  5. File kedua :

    YESUS KRISTUS sangat mengasihi orang berdosa, dalam konteks "orang berdosa tersebut harus bertobat", pertobatan yang sesuai kehendak TUHAN ALLAH adalah pertobatan yang sempurna. Pelanggaran terhadap hukum TUHAN adalah dosa. Ini adalah "Harga Mati Yang Tidak Bisa Ditolelir".

    Lihat beberapa isi ALKITAB, berikut ini :

    "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."

    "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,"

    "Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (Yohanes 5 : 14).

    "Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya."

    "Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel."

    Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini : "Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!".

    "Supaya kaum Israel jangan lagi sesat dari pada-Ku dan jangan lagi menajiskan dirinya dengan segala pelanggaran mereka; dengan demikian mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

    "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa."

    "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."

    Dengan semua isi Alkitab tersebut, maka sebagai pengikut KRISTUS secara pasti kita dapat memahami kehendak TUHAN ALLAH sesuai HIKMAT KRISTUS.

    Terkait kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), ada beberapa hal pokok yang perlu menjadi dasar dalam penentuan kebijakan pelayanan gereja sebagai tubuh KRISTUS :

    1. Perintah dan Larangan TUHAN ALLAH adalah Dasar Utama dalam menentukan kebijakan pelayanan organisasi gereja. Konsep "Kasih" dalam ajaran KRISTUS sangat jelas, yaitu : "MENGASIHI TUHAN ALLAH dengan segenap hati, tubuh, jiwa dan roh ; dan MENGASIHI SESAMA MANUSIA."

    Kedua hal ini adalah kesimpulan dari ALKITAB. Kita tidak bisa mengasihi manusia tetapi mengabaikan Perintah dan Larangan TUHAN ALLAH. Tetapi jika kita mengasihi TUHAN ALLAH, maka secara pasti kita akan mengasihi sesama manusia.

    Ini berarti : "Konsep mengasihi manusia adalah dalam koridor menjalankan Perintah dan Larangan TUHAN ALLAH". Sebab tidak ada istilah mengasihi sesama manusia, namun melanggar perintah TUHAN ALLAH---itu bukan konsep mengasihi yang sesuai kehendak TUHAN ALLAH.

    .................. berlanjut ke file ketiga.

    BalasHapus
  6. File ketiga :

    Lihat contoh yang diberikan oleh YESUS KRISTUS yang adalah TUHAN ALLAH Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang, Panjang Sabar Kasih Setianya :

    A. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka" ; "Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."

    B. "Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat."

    Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat".

    Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

    "Kamu harus memelihara hari-hari sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku; Akulah TUHAN."

    Kedua contoh yang dibuat oleh YESUS KRISTUS tersebut, jangan-lah disalah artikan dan disalahtafsirkan menurut tafsiran manusia. Hanya kehendak TUHAN ALLAH, maka YESUS KRISTUS melakukannya dan menjadi contoh bagi kita para pengikut-Nya.

    2. Melakukan kehendak TUHAN ALLAH adalah prinsip utama pengajaran dalam Gereja Kristus.

    "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."

    "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

    "Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

    Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

    Berdasarkan "Prinsip Utama" pengajaran dalam Gereja Kristus, maka hendaklah PGI membuat kebijakan yang lebih mengutamakan Kehendak TUHAN ALLAH dari pada keinginan, kefasikan dan kebijakan dunia.

    Oleh sebab itu, sebagai pengikut KRISTUS, saya memberikan saran kepada pimpinan PGI terkait fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), yaitu :

    1. Para LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), adalah orang-orang berdosa sama seperti kita, hanya karena anugerah dan kasih Kristus yang telah menyucikan dan membersihkan dosa kita, maka kita layak disebut "anak-anak ALLAH". Pemberian TUHAN ALLAH kepada kita secara cuma-cuma, bukan hasil usaha manusia, tetapi hanya kemurahan hati TUHAN ALLAH secara semata.
    Tetapi, pemberian TUHAN ALLAH tersebut harus dihargai dan dijunjung tinggi, dan tidak bisa di "permain-main"kan oleh tafsiran manusia yang salah.

    Menjadi "Anak-Anak Allah"..harus dilalui oleh "Pertobatan", mengapa karena kematian YESUS KRISTUS di kayu Salib adalah suatu harga yang sangat mahal.

    Jika kaum LGBT ingin menjadi "Anak-Anak Allah", maka mereka harus "BERTOBAT dan MEMIKUL SALIB", harus diajar dan dibimbing sesuai KEBENARAN KRISTUS.
    Adalah salah jika, melegitimasi dan mentolelir perbuatan LGBT setelah pertobatannya...karena sangat bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH.
    Pengorbanan YESUS KRISTUS di kayu Salib adalah "HARGA SANGAT MAHAL" untuk menyelamatkan kita, bukan untuk dipermainkan.

    ..................... berlanjut ke file keempat.

    BalasHapus
  7. File Keempat :

    Oleh sebab itu, organisasi PGI dan gereja-gereja yang bernaung dibawahnya wajib, untuk membuat suatu tahapan dalam proses pengajaran dan pertobatan kaum LGBT. Prinsipnya sebagai tubuh Kristus akan dengan senang hati dan bersukacita jika ada satu orang berdosa yang diselamatkan, bahkan kita semua masih dalam tahap pemurnian dan perlombaan hingga akhir...Tetapi jangan kebijakan yang salah justru menjadi batu sandungan bagi jemaat TUHAN.

    Pihak pengikut Kristus tidak boleh menghakimi dan menolak kaum LGBT, jika mereka dengan sungguh-sungguh mau berbalik dan bertobat dari perbuatannya. Karena itulah kasih TUHAN ALLAH kepada manusia, kitapun orang berdosa..namun yang membedakan adalah ketika kita berdosa..maka kita harus cepat sadar dan merendahkan diri dihadapan TUHAN ALLAH dalam kelemahan kita. Namun jika HUKUM TUHAN akan dipermain-mainkan, tanpa ada pertobatan dan merusak dengan pelanggaran HUKUM TUHAN ALLAH, maka hal itu tidak bisa ditolelir. "Ada banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih" ini adalah nubuatan.

    Jangan gereja membuat kebijakan untuk melegitimasi atau mentolelir kejahatan yang berlindung dibalik tafsiran kasih yang bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH.

    TUHAN YESUS memilih Saulus yang disebut Paulus, karena para rasul tidak memahami kehendak TUHAN ALLAH untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, bukan saja bangsa Israel..., kekeliruan rasul-rasul akibat tafsiran yang salah terhadap ajaran KRISTUS. Steanus yang seolah-olah "benar", dipenuhi hikmat dan Roh, namun sangat bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH. Mengapa? dalam pembelaan-nya sebelum dirajam..ada hal yang sangat salah ...dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul 7 : 53, yakni : "Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya."...pernyataan Stefanus sangat bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH, sebab yang benar adalah : "Hukum Taurat disampaikan kepada Musa dan bangsa Israel berasal dari mulut TUHAN ALLAH secara langsung" bukan malaikat-malaikat.

    Inilah kesalahan Stefanus dalam pengajaran-nya, sangat jauh berbeda dengan Filipus yang dikisahkan dalam kitab KIsah Para Rasul tersebut. Inti pengajaran seluruh pengikut Kristus dan gereja adalah terpusat pada Ajaran KRISTUS, bukan tafsiran manusia.

    Kelalaian rasul-rasul dan lainnya dalam memahami kehendak-Nya, saat setelah peristiwa Pantekosta, membuat TUHAN YESUS sendiri harus menyatakan diri dan memilih rasul Paulus untuk menyatakan kehendak TUHAN ALLAH secara benar.

    .............berlanjut ke file kelima

    BalasHapus
  8. File kelima :

    Demikian pula, kesalahan tafsiran Musa ketika TUHAN ALLAH memberikan perintah kepada bangsa Israel di gunung Sinai sebelum DIA memberikan 10 Perintah. Tafsiran Musa yang sangat berbeda dengan kehendak TUHAN ALLAH, membuat bangsa Israel menjadi salah dimata TUHAN ALLAH---lihat kisahnya di kitab Keluaran 19, berikut ini :

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa : "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa : "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

    Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."

    Perhatikan apa perbedaan mendasar antara kehendak TAUHAN ALLAH dan tafsiran Musa--pemimpin bangsa Israel, sehingga ia berkata kepada bangsa Israel :

    Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya. Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."

    Lihat perbedaannya...!!!
    Inilah yang menyebabkan TUHAN ALLAH tidak turun pada hari ketiga di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai. Musa telah membuat tafsiran yang salah terhadap kehendak TUHAN ALLAH, sehingga kesalahan tafsiran itu membuat mereka melanggar perintah dan kehendak TUHAN ALLAH.

    ..... berlanjut ke file Keenam

    BalasHapus
  9. File Keenam :

    Lihat hasilnya -- pelanggaran terhadap perintah TUHAN ALLAH yang dibuat oleh Musa dan bangsa Israel :

    Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

    Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan BERDIRILAH MEREKA PADA KAKI GUNUNG. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: "Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa. Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka.

    "BERDIRILAH MEREKA PADA KAKI GUNUNG"...sangat melanggar perintah TUHAN ALLAH, akibat kesalahan tafsir Musa terhadap perintah TUHAN ALLAH, membuat dirinya dan bangsa Israel berdosa kepada TUHAN ALLAH.

    Kelihatannya tipis sekali...!!!, tapi TUHAN ALLAH sangat konsisten dengan Perintah dan Larangan-Nya. Bangsa Israel tidak bisa melihat TUHAN secara langsung seperti apa yang dikehendaki-Nya.

    Namun Musa masih berdalih :

    Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN : "Tidak akan mungkin bangsa itu mendaki gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kepada kami, demikian: Pasanglah batas sekeliling gunung itu dan nyatakanlah itu kudus." Lalu TUHAN berfirman kepadanya: "Pergilah, turunlah, kemudian naiklah pula, engkau beserta Harun; tetapi para imam dan rakyat tidak boleh menembus untuk mendaki menghadap TUHAN, supaya mereka jangan dilanda-Nya." Lalu turunlah Musa mendapatkan bangsa itu dan menyatakan hal itu kepada mereka.

    Kesalahan tafsir Musa membuat seluruh bangsa Israel dinyatakan bersalah oleh TUHAN ALLAH. TUHAN ALLAH sangat memehami keterbatasan dan kelemahan manusia, tetapi TUHAN ALLAH tidak mentolelir pelanggaran terhadap Perintah dan Larangan-Nya.

    Dengan pemahaman contoh dalam ALKITAB ini, baik Musa--sang pemimpin bangsa Israel dan Stefanus yang penuh hikmat dan Roh...bisa salah dalam pemahaman dan tafsiran yang bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH.

    Saya menyampaikan kepada para pimpinan PGI, untuk merumuskan kembali dengan HIKMAT KRISTUS terkait kebijakan LGBT.

    ............ berlanjut ke File Ketujuh.

    BalasHapus
  10. File Ketujuh :

    Saya kuatir, PGI akan membuat sesuatu yang salah dan bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH, dan membuka peluang bagi organisasi gereja untuk membuat penafsiran yang keliru tentang kebijakan tersebut.

    Sebagai bahan pertimbangan, saya memberikan masukan dan saran :

    1. Pembimbingan terhadap kaum LGBT lebih "diprioritaskan", seperti dengan pembimbingan terhadap lainnya ;

    2. Pertobatan adalah tahap yang sangat penting dalam konteks kebijakan tersebut. kasih tanpa pertobatan akan membuat manusia akan salah mengartikan kehendak TUHAN ALLAH.

    3. Tidak mentolelir LGBT sebagai suatu bawaan atau kelainan yang harus diterima dan ditolelir dalam jemaat TUHAN, tetapi mereka perlu mendahuli melalui pertobatan dan memikul salib dalam didikan KEBENARAN KRISTUS.

    4. Jika PGI mentolelir pembawaan dan perbuatan jahat LGBT didalam jemaat TUHAN ALLAH, maka PGI telah menyesatkan umat manusia di Indonesia dan bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH. Dengan demikian, akan menjadi batu sandungan bagi jemaat TUHAN ALLAH;

    5. Para pengikut KRISTUS tidak boleh menghakimi kaum LGBT, jika mereka ingin berbalik dan bertobat, mereka perlu dikasihi sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri, kita wajib menolong mereka terlepas dari kelemahan mereka, sama seperti kita berjuang dalam kelemahan kita. Tetapi tidak mentolelir seluruh tabiat dan perbuatan LGBT dalam jemaat yang bisa mendatangkan Murka ALLLAH.

    ........berlanjut ke File Kedelapan

    BalasHapus
  11. File ke Delapan :
    Memang sangat sulit untuk melakukannya..tetapi itulah jalan yang harus kita tempuh untuk memasuki "pintu yang sempit" dimana semua manusia berlomba-lomba untuk memasukinya.

    "Menjaga hati dan kemurnian tubuh, jiwa dan roh kita dan melakukan kehendak TUHAN ALLAH dalam hidup kita. Hanya TUHAN ALLAH yang membenarkan kita, sesuai kasih dan kemurahan hati-Nya."

    TUHAN ALLAH sangat membenci perbuatan jahat, seperti :

    1. Adanya praktek Lesbian didalam gereja TUHAN ;
    2. Adanya praktek Homoseksual didalam gereja TUHAN ;
    3. Adanya praktek Biseksual didalam gereja TUHAN ;
    4. Adanya praktek Transgender didalam gereja TUHAN.

    TUHAN ALLAH akan memberikan HIKMAT-NYA, bagi kita untuk memahami kehendak TUHAN ALLAH dan mengenal mana yang tidak disukai-Nya.

    Saya kuatir, ketika kebijakan dan pengajaran yang salah akan membuat kejahatan dimata TUHAN ALLAH.

    "Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya : Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."

    " Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

    Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

    Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

    Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

    Para pengikut KRISTUS haruslah waspada dengan berpegang pada kehendak TUHAN ALLAH, harus bisa menilai dan menolak "GRAND STRATEGI IBLIS" di akhir jaman...!!!

    Salam hormat..!!!

    CARTER MANGAR,

    Pengikut KRISTUS,
    Putra dari ufuk Timur.-

    BalasHapus
  12. Setelah membaca Pernyataan Pastoral PGI tentang LGBT, maka ada beberapa hal yang dinilai sangat berbahaya bagi standar pelayanan sesuai kehendak TUHAN ALLAH.

    Terindikasi, PGI berupaya untuk menerima keberadaan para LGBT yang secara lahiriah memiliki kelainan seksual, bahkan sangat berbahaya jika PGI memperbolehkan pernikahan sejenis.

    Secara Alkitabiah, pernikahan sejenis yang dilakukan oleh para LGBT di luar negeri adalah perbuatan yang sangat bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH, dan merupakan suatu kenajisan atau dosa.

    "Kasih" kepada sesama manusia seperti yang diperintahkan oleh TUHAN ALLAH, tidak boleh ditafsirkan menurut keinginan manusia.
    Konsep "Kasih" kepada sesama manusia yang benar adalah "Kasih" yang tidak melanggar perintah dan larangan TUHAN ALLAH.

    Gereja dan pengikut Kristus harus berbeda dari orang-orang duniawi dan menjauhi kejahatan. Kaum LGBT adalah kaum yang patut dikasihani dan dikasihi, dalam konteks untuk menegur dan membimbing dalam KEBENARAN KRISTUS, serta memberikan solusi terhadap perbuatan jahat tersebut.

    Banyak orang-orang tidak bisa memahami dan meyakini bahwa TUHAN ALLAH mampu untuk mengubah hati dan perilaku manusia, ketika manusia ingin untuk melakukan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Roh kudus sangat mampu untuk membimbing manusia, yang menurut dunia tidak bisa diubah.

    Kesalahan beberapa oknum "pendeta" lebih menggunakan pemahaman dan kemampuan analisis yang sangat bodoh, sehingga harus "pasrah" pada keadaan. Mereka mengabaikan Roh Kudus, tetapi mengutamakan pemahaman mereka yang dangkal.

    Kaum LGBT tetap akan dikasihi sebagai sesama manusia, namun perlu dibimbing untuk berbalik dan bertobat dengan prinsip Kebenaran KRISTUS. Namun gereja tidak perlu me"legitimasi" kondisi dan perilaku LGBT dalam jemaat, dengan dalil bahwa hal tersebut adalah "pembawaan jasmani yang telah ada sejak lahirnya".

    TUHAN ALLAH sangat membenci Dosa dan setiap pelanggaran terhadap Perintah dan Larangan-Nya. Dan perilaku LGBT, sangat bertentangan dengan kehendak TUHAN ALLAH.

    PGI tidak boleh melepaskan Standar Kristus..dalam kebijakan organisasi-nya. Yang terpenting adalah bagaimana metode dan pola penanganan LGBT sehingga wajib berubah sesuai KEBENARAN KRISTUS. Itulah salib yang perlu dipikul oleh mantan LGBT, jika ingin mengasihi TUHAN ALLAH-nya.

    Saya sangat kuatir PGI, cenderung untuk mengabaikan Perintah dan larangan TUHAN ALLAH, demi mencari popularitas dan telah terkontaminasi dengan "ajaran-ajaran sesat", dan akan merusak iman Kristen, terutama pada gereja-gereja yang tergabung dalam organisasi PGI. Disaat-saat akhir, "Hikmat akan hilang dari orang-orang berhikmat, dan kearifan telah tersembunyi".

    Apabila PGI, merekomendasikan perbuatan dan kenajisan LGBT diterapkan dalam Jemaat Kristen, maka PGI adalah pelopor penyesatan dan pembangkangan kepada TUHAN ALLAH di Indonesia.

    Saya bingung, apa sebenarnya kepentingan PGI dalam hal ini..???, Apa yang membuat mereka tidak waspada terhadap ajaran-ajaran sesat dan kejahatan dunia ini.

    Jika Sidang PGI, sampai mengijinkan "pernikahan sejenis bagi Lesbian dan Gay", dengan dalil "manusia segambar dengan Allah" dan "pembawaan lahir bagi kaum ini yang tidak bisa diubah dan tidak bisa bertobat", maka sangat bijaksana jika PGI harus dibubarkan..karena telah menjadi "Penyesat bagi Manusia". Jika itu adalah oknum pengurus PGI yang memiliki kajian dan analisis terbodoh demikian, maka haruslah ia ditegur dan perlu dididik dalam Kebenaran.

    TUHAN YESUS tidak pernah mengajarkan "Kasih" yang melanggar Perintah dan Larangan-Nya. Tetapi TUHAN YESUS mengajarkan "Kasih yang tunduk dan taat kepada Perintah dan larangan-Nya.

    Saya merasa sangsi dengan "oknum pendeta PGI, yang telah menjadi bodoh..., mengandalkan tafsiran yang penuh kebodohan, dan tidak memahami kehendak TUHAN ALLAH". Cenderung lebih keduniawian dan keropos dalam iman kepada Kristus.



    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...