Jumat, 03 Juni 2016

Supaya Warga Korut Mengenal Kristus, Pria ini Selundupkan Musik Rohani

Supaya Warga Korut Mengenal Kristus, Pria ini Selundupkan Musik Rohani

OSLO – Banyak pihak menaruh perhatian khusus terhadap warga negara Korea Utara (Korut) yang hidup terkekang di bawah doktrinasi dan kediktatoran Dinasti Kim sejak memisahkan diri dari Korea Selatan. Kampanye dan propaganda dilakukan untuk menyadarkan mereka dari loyalitas yang dianggap dunia internasional tidak layak diberikan kepada kepala negara itu.

Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menerbangkan balon raksasa hingga memasang musik k-pop keras-keras demi menarik perhatian warga Korut.

Kali ini, diwartakan The Guardian, Senin (30/5/2016), seorang mantan tahanan politik Korut, Jung Gwang-il mengupayakan pengaruhnya dengan cara yang terbilang lebih kreatif. Melalui jaringannya di sepanjang perbatasan China dan Korut, ia menyelundupkan musik rohani bermuatan ajaran Kristen secara diam-diam dengan USD dan SD Cards.

“Di Korut, tidak ada konsep cinta yang sebenarnya. Mereka (rakyat Korut) hanya mengenal cinta dalam arti loyalitas dan cinta kepada rezim serta pemimpin tertinggi mereka. Kami melakukan ini (menyelundupkan musik rohani) untuk menunjukkan bahwa di luar sana, orang-orang mempercayai apa pun yang mereka inginkan,” cetus pria yang sudah merekam 32 lagu rohani itu.

Untuk menyebarkan pesan cinta kasih yang sesungguhnya itu, pertaruhan Jung dan kawan-kawan di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013, terbilang besar. Jika ketahuan dan tertangkap, ancamannya tak lain adalah eksekusi mati di depan umum.

Proyek album rohani tersebut, diperkenalkan Jung di Forum Kebebasan Oslo baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, dia memastikan proyeknya sama sekali tidak ditujukan untuk mengubah keyakinan warga Korut. Melainkan, dia hanya memanfaatkan agama untuk menunjukkan kepada masyarakat yang terisolasi di dalam Korut bahwa ada cara berpikir lain di luar negaranya.

Jung memproduksi sendiri lagu-lagu tersebut, dengan mempekerjakan kawan sesama pembelot dari Korut. Mereka di antaranya adalah orang-orang yang memang berprofesi sebagai penyanyi di Pyongyang.

“Kami bersusah payah membuat album rekaman ini, untuk menghasilkan suara yang tepat. Nyanyiannya, intonasi, dan metodenya. Tapi kami senang ketika sesama pembelot di AS mendengarkan lagu kami, mereka meresapi liriknya dan terkejut oleh betapa bagusnya musik tersebut,” ujar Jung.

Musik telah menjadi medan perang lama dalam laga pertarungan non-militer antara kedua negara di Semenanjung Korea untuk mengendalikan hati dan pikiran warga negaranya. Kim Jong-un menguasai media penyiaran maupun cetak di negaranya, sehingga mereka hanya dicekoki dengan lagu-lagu tema sendiri dan grup penyanyi dalam negeri.

Juru bicara dari Kementerian Pertahanan di Korea Selatan juga mengaku sangat berhati-hati dalam memilih beragam hits populer terbaru yang layak atau menarik untuk masuk ke negaranya, termasuk lagu k-Pop produksi dalam negerinya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...