Sabtu, 02 Juli 2016

Kurangi Polusi Suara, Pemerintah Nigeria Tutup Puluhan Gereja dan Masjid di Lagos

Kurangi Polusi Suara, Pemerintah Nigeria Tutup Puluhan Gereja dan Masjid di Lagos

LAGOS - Pemerintah kota komersial Nigeria, Lagos memutuskan untuk menutup puluhan gereja, masjid dan hotel untuk mengurangi polusi suara di kota itu. Demikian dijelaskan pejabat setempat, Kamis (30/6/2016).

Kota berpenduduk 20 juta jiwa itu dikenal akan kemacetan lalu lintasnya yang parah dan keriuhan yang dihasilkan dari pengeras suara puluhan masjid dan gereja yang berlomba menyampaikan pesan-pesan mereka.

"Sebanyak 70 gereja, 20 masjid, 11 hotel, bar dan kelab ditutup di seluruh Lagos," kata seorang pejabat di Badan Perlindungan Lingkungan Negara Bagian Lagos (LASEPA).

Pejabat perempuan itu mengatakan, Direktur LASEPA Rasheed Adebola Shabi memerintahkan penutupan setelah puluhan masjid dan gereja menolak imbauan pemerintah untuk mengurangi kebisingan.

"Gereja dan masjid yang ditutup diminta untuk melepas pengeras suara yang diarahkan ke luar bangunan sehingga aktivitas mereka tidak mengganggu warga sekitar tetapi mereka menolak," tambah pejabat itu.

Pejabat tersebut menambahkan, dalam waktu lima tahun ke depan pemerintah Lagos menginginkan tak ada lagi kebisingan yang dihasilkan gereja, masjid atau hotel. Sebelumnya, pemerintah sudah melarang para pengguna kendaraan bermotor di Lagos membunyikan klakson terlalu sering untuk mengurangi polusi udara.

"Kami ingin memastikan pada 2020 Lagos akan bebas dari kebisingan. Dengan status kami sebagai megacity, maka pada 2020 kami akan bebas dari kebisingan," tambah dia.

Dia melanjutkan, pemerintah juga tak akan mengizinkan bangunan-bangunan darurat digunakan sebagai tempat ibadah di kota Lagos.

"Menyusul operasi teranyar, tidak akan ada lagi orang beribadah di tenda-tenda atau bangunan semipermanen," katanya.

Shabi mengatakan sejauh ini tingkat kebisingan sudah berkurang sekitar 35%, tetapi itu belum mencapai target.

“Penegakan aturan terus dilakukan dan kami telah menetapkan target kami sendiri. Kami ingin memastikan Lagos akan bebas dari kebisingan pada tahun 2020,” imbuhnya.

Shabi mengatakan masjid-masjid lebih mematuhi instruksi dibanding gereja-gereja, karena ketika mereka diperintahkan untuk menutup tempatnya, mereka langsung menurunkan pengeras suaranya atau mengurangi suara yang dikeluarkan.

Orang Nigeria sangat relijius. Di Lagos banyak sekali beroperasi gereja-gereja evangelis. Umat Kristiani merupakan mayoritas di kota Lagos.

Tahun 2014, sebanyak 116 orang tewas ketika sebuah bangunan di Lagos milik TB Joshua, evangelis yang populer di televisi setempat, ambruk.

2 komentar:

  1. Kalau Masjid2 di tutup di wilayah Nigeria Utara pasti Muslim
    kebakaran jenggot, di Zolimin oleh orang2 Kafir.
    Sambil berteriak Allahu Barbar, membunuh orang2 kafir halal,
    asal berguna bagi jihad.

    BalasHapus
  2. Tuhanlah harapanku....Ia yang memenuhi segala kebutuhanku, Trima kasih Tuhan ...Amin.... Edi, Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...