Jumat, 01 Juli 2016

Pastor Gereja Koptik Mesir Ditembak Mati Pria Bersenjata

RIP Father Rafael Moussa

KAIRO - Pria bersenjata menembak mati seorang pastor Gereja Koptik Mesir, Kamis (30/6/2016) di sebuah kota di daerah paling bergolak di Sinai Utara.

Juru bicara Gereja Koptik, Boulos Halim, mengatakan, pastor Raphael Moussa (46) ditembak di kepalanya saat ia berdiri tak jauh dari mobilnya di El-Arish, ibu kota Sinai Utara.

Pastor Moussa meninggalkan gereja lebih awal setelah merayakan misa, seperti dilaporkan oleh Agence France-Presse (AFP), Kamis.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sang pastor ditembak mati oleh saat korban bersama para mekanik selesai memperbaiki mobilnya.

Dugaan bahwa korban tewas akibat serangan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menguat karena di wilayah itu pasukan pemerintah sedang memerangi sayap ISIS.

Sudah ratusan polisi dan tentara tewas di daerah bergolak di Sinai Utara. Moussa bukan pastor pertama yang tewas di Arish.

Korban lainnya, Mina Aboud, ditembak mati apda 6 Juli 2013, tepat tiga hari setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Muhammed Morsi yang didukung Ikhwanul Muslimin (IM).

Sejak itu, kelompok pro-IM menyerang dan merusak puluhan gereja dan properti kelompok Kristen. Kekerasan itu terjadi sebulan setelah polisi menembak mati ratusan pendukung Mursi dalam bentrokan di Kairo.

Mereka juga menuding kelompok minoritas Koptik sebagai pendukung bagi tumbangnya Mursi.

ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di pesawat Rusia yang mengangkut 224 orang pada Oktober 2015.

"Seluruh situasi di El-Arish dan Sinai Utara di bawah ancaman," kata Halim. "Banyak penduduk Kristen melarikan diri," tambahnya.

Pemeluk Koptik mencapai 10 persen dari total penduduk Mesir sekitar 90 juta. Namun, jumlah itu diperkirakan telah berkurang seiring tingginya teror terhadap minoritas.

6 komentar:

  1. Seharusnya kepada kelompok isis, dunia mestinya diberi tindakan yang tegas, dan perlawanan yang keras. isis segera di basmi

    BalasHapus
  2. Seharusnya pemerintah Mesir melindungi kaum Minoritas,
    perangi Isis agar tidak banyak korban jiwa lagi.

    BalasHapus
  3. Seharusnya negara2 Barat, USA & Rusia bersatu,
    menggempur ISIS agar menjadi lemah.

    BalasHapus
  4. ISIS..... memang biadab.

    BalasHapus
  5. ISIS ......manusia berhati dajjal.

    BalasHapus
  6. Sudah saatnya negara2 Barat bersatu seperti ; Inggris, Jerman,
    Perancis, Amerika Serikat & Rusia bersatu memerangi musuh yg
    sama yaitu : ISIS.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...