Sabtu, 23 Juli 2016

Pemerintah China Tutup Gereja-Gereja Selama KTT G20 di Hangzhou

Pemerintah China Tutup Gereja-Gereja Selama KTT G20 di Hangzhou

Selama China menjadi tuan rumah untuk KTT G20 di Hangzhou, gereja-gereja di kota tersebut diperintahkan untuk ditutup. Pemerintah telah melarang kegiatan keagamaan berskala besar sampai empat hari setelah KTT itu

Pihak berwenang China dilaporkan telah memerintahkan penutupan gereja-gereja di kota yang menjadi tuan rumah KTT G20 akhir tahun ini dengan alasan untuk "menciptakan lingkungan yang aman" bagi para pemimpin dunia ketika mereka bertemu.

Kepala-kepala negara akan terbang ke Hangzhou, ibukota Provinsi Zhejiang, pada awal September untuk pertemuan dua hari yang diselenggarakan oleh Presiden Xi Jinping.

Dalam upaya mengurangi kemacetan, pejabat lokal telah menetapkan hari libur umum selama seminggu bertepatan dengan pertemuan puncak G20 dan dilaporkan berusaha meyakinkan ribuan warga agar meninggalkan kota itu.

Sekarang muncul laporan bahwa pemerintah juga melarang ibadah selama KTT tahunan tersebut.

Menurut tabloid Komunis Global Times, distrik Xiaoshan, di mana pertemuan G20 akan diselenggarakan, telah melarang kegiatan keagamaan berskala besar sampai empat hari setelah KTT itu.

2 komentar:

  1. Kekristenan Semakin di hambat semakin merambat.

    BalasHapus
  2. Partai komunis khawatir thd pertumbuhan gereja2 & peningkatan jumlah orang2 kristen di china.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...