Rabu, 06 Juli 2016

Pendeta Gereja YHS Akui Kesaksiannya Tidak Benar, NU Desak Permintaan Maaf Terbuka


BLITAR - Gerakan Pemuda Ansor NU Kota Blitar meminta oknum pendeta Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Kota Blitar yang mengaku keturunan Kiai Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang segera menyampaikan maaf di media massa.

Selain meresahkan umat Islam, khususnya di Kota Blitar, yang bersangkutan sudah mengakui pernyataannya tidak benar.

“Kalau sebelumnya dia mengunggah pernyataan di media sosial, maka dia juga harus meminta maaf melalui media juga,“ ujar Ketua GP Ansor Kota Blitar Hartono, kepada wartawan, Minggu (3/7/2016).

Pendeta Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Kota Blitar itu bernama Ruth Ewin. Tidak tahu apa motifnya Ruth tiba-tiba mengunggah ceramah di Youtube dan memberinya judul Ex Muslim cucu Kyai Pesantren Tebuireng jadi pendeta.

Warga Muslim, khususnya umat Nahdliyin, tentu tahu bahwa Pesantren Tebu Ireng identik dengan pendiri NU Hadratussyech KH Hasyim Asyari.

Ponpes Tebu Ireng merupakan tempat kelahiran sekaligus berkumpulnya keluarga besar almarhum mantan Presiden RI KH Abdurrrahman Wahid (Gus Dur). Sebab Gus Dur merupakan cucu KH Hasyim Asyari.

Rekaman itu (Youtube), kata Hartono, dalam waktu singkat telah menyebar luas. Masyarakat Muslim di Kota Blitar pun dibuat resah. Tidak sedikit yang menyebut perbuatan Ruth Ewin sebagai penistaan agama.

“Bahkan PWNU Jawa Timur langsung mengirim utusan untuk menemui yang bersangkutan,“ terang Hartono.

Tidak hanya PWNU. Keluarga Ponpes Tebu Ireng juga mengklarifikasi langsung Ruth Ewin. Sebab pernyataan Ewin telah merugikan keluarga besar Ponpes Tebu Ireng.

Di depan Tim Klarifikasi Ponpes Tebu Ireng, dan disaksikan pengurus Gereja YHS Blitar, Ewin mengatakan semua yang disampaikannya adalah kebohongan. Dia juga menyampaikan permintaan maaf.

Menurut Hartono, pendeta Ewin harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media sosial (Youtube) dan media mainstream. Ewin juga harus mengatakan bahwa yang disampaikanya adalah kebohongan.

“Terkait apakah kasus akan berlanjut ke ranah hukum, keputusan berada di tangan keluarga Ponpes Tebu Ireng,“ paparnya.

Hartono juga berharap warga Nahdliyin bisa menahan diri, dan tidak terpancing provokasi yang mengarah pada perbuatan anarkis.

Pendeta Gereja YHS Akui Kesaksiannya Tidak Benar, NU Desak Permintaan Maaf Terbuka

Menanggapi hal ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Blitar meminta Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar untuk tidak berpangku tangan dengan tidak akan menerbitkan rekomendasi izin operasional gereja YHS.

“Sebab saat ini operasional izinnya masih dalam proses. Dan wali kota hendaknya tidak tinggal diam,“ ujar Ketua FKUB Kota Blitar Ahmad Bassir.

Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar menegaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan permasalahan yang ada. Dia berjanji secepatnya mengundang BAMAG, sekaligus mengumpulkan seluruh pendeta se-Kota Blitar guna mencari solusi terbaik.

Samanhudi juga berharap Hari Raya Idul Fitri tidak terganggu dengan permasalahan yang bersumber dari hal-hal tidak benar.

“Pihak YHS dan pendeta bersangkutan harus secepatnya meminta maaf. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut,“ tegasnya.

Sementara dalam pesan yang beredar via Whatsapp, keluarga besar Ponpes Tebu Ireng menyerukan kepada seluruh alumni dan muhibbin, serta masyarakat untuk menyikapi kasus secara proporsional.

Koordinator Tim Klarifikasi Luqman Hakim juga meminta semuanya untuk tidak menyebarkan video Youtube yang tidak benar itu. Dalam klarifikasi yang bersangkutan (pendeta Ewin) juga telah mengakui perbuatan dustanya.

Pendeta Gereja YHS Akui Kesaksiannya Tidak Benar, NU Desak Permintaan Maaf Terbuka
Salah satu iklan provokasi Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS).

Ini bukan kali pertama terjadi. Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) adalah salah satu denominasi Protestan aliran karismatik yang terkenal gemar melakukan provokasi. Sebelumnya, gereja ini pernah membuat iklan kebaktian di salah satu surat kabar dengan judul "Yesus Masuk Masjid".

Tentu saja, iklan provokasi ini langsung menimbulkan protes di kalangan umat Muslim dan memaksa pihak Gereja YHS untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka di surat kabar.

Pendeta Gereja YHS Akui Kesaksiannya Tidak Benar, NU Desak Permintaan Maaf Terbuka
Permintaan maaf Gereja YHS tentang tema ibadah provokasi.

Pendeta Gereja YHS Akui Kesaksiannya Tidak Benar, NU Desak Permintaan Maaf Terbuka
Permintaan maaf Gereja YHS atas kesaksian bohong dari Pdm. Ruth Ewin.

Rupanya Gereja YHS tidak belajar dari kesalahan sebelumnya dan masih tetap melakukan provokasi. Apakah karena ulah salah satu gereja, maka gereja-gereja lain yang tidak bersalah akan turut terkena imbasnya juga?

17 komentar:

  1. Balasan
    1. Assalamu alaikum wr.wb.saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada MBAH LIMPAH atas bantuan MBAH.kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan,dan berkat bantuan MBAH LIMPAH pula yang telah memberikan angka jitu kepada saya 4D SGP.dan alhamdulillah langsung tembus,sekali lagi makasih ya MBAH karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang 200 ribu dan akhirnya saya menang,berkat angka ghoib hasil ritual MBAH LIMPAH saya sudah bisa buka usaha,yaitu butic pakaian impor dan toko sembako di depan rumah,kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi saudarah2 penggemar togel ingin menang seperti saya silahkan HUBUNGI MBAH LIMPAH di nomor hp: 085-312-407-999 dan ramalan MBAH memang memiliki ramalan ghoib yang dijamin 100% tembus,karna saya sudah membuktikannya selama 4X putaran menang..

      Hapus
  2. Proses secara hukum. Ini merusak kerukunan. Demikian juga Iren Handoko,yg mengaku mantan Suster dan dimana mana menjelekkan Kristen, harus diproses secara hukum.

    BalasHapus
  3. Hajjah Irene Handoko yg mengaku mantan Biarawati, menghujat Yesus,
    Menghina orang2 Kristen seharusnya di proses secara hukum.

    BalasHapus
  4. Islam agama yg tidak boleh di kritik, jika anda berani mengkritik,
    Alloh swt, Muhammad & Al-Quran maka hukumannya mati alis di pancung.

    BalasHapus
  5. Ustadz Yahya Waloni yg mengaku mantan Pendeta, menghujat Yesus,
    menghina agama Kristen seharusnya di proses secara hukum.

    BalasHapus
  6. Pendeta Ruth Ewin BUKAN pendeta dari Gereja YHS Blitar.


    Yang bersangkutan adalah pembicara TAMU yang pada saat itu sedang berkhotbah
    di Gereja YHS Blitar atas rekomendasi beberapa pihak lainnya yang sudah
    pernah mendengar kesaksian yang bersangkutan, namun tanpa ijin dan
    screening dari Sinode Gereja YHS. Tentu saja hal ini juga merugikan
    jemaat dan Gereja YHS pada khususnya karena beberapa media menyatakan
    bahwa sdri.Ruth Ewin adalah pendeta dari Gereja YHS.


    Sekali lagi, 'Pendeta' Ruth Ewin BUKAN pendeta dari Gereja YHS.


    Hal ini sungguh sangat disayangkan, dan menjadi pembelajaran supaya
    kedepannya kita semua dapat lebih berhati-hati lagi, baik dalam
    penjadwalan pembicara, konten khotbah maupun kesaksian, dan senantiasa
    berperan aktif dalam menjaga kerukunan intern umat Kristiani sebagai
    satu kesatuan tubuh Kristus, maupun kerukunan antar umat beragama secara
    nasional dan global. Cukup Gereja YHS saja yang mengalami kejadian
    'unscreen preacher' dan kecerobohan ini. Biarlah dapat dipetik pelajaran
    berharga dari kejadian ini sebagai introspeksi supaya tidak terjadi
    lagi dikemudian hari kepada Gereja-gereja lainnya dan lebih bijaksana
    untuk sesuatu yang lebih baik lagi kedepannya.


    Diharapkan supaya berita ini tidak terus menerus bergulir menjadi issue yang
    meresahkan, karena Gereja YHS Blitar dan pihak Tebu Ireng pun juga
    sangat dirugikan. Ruth Ewin sangat menyesal dan telah menyatakan
    permohonan maaf kepada pihak-pihak yang tersakiti oleh karena
    kesaksiannya tersebut dan saat ini sedang diberikan pendampingan karena
    yang bersangkutan sedang mengalami shock berat.


    Demi kebaikan dan kedamaian bersama, diharapkan juga agar pihak-pihak yang
    meng-upload tayangan tersebut dapat segera menghapus atau mengganti
    berita yang sangat merugikan Lembaga kami, sebab Ruth Erwin bukanlah
    Pendeta dari Gereja YHS.


    Dengan segala kerendahan hati, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin..

    Tuhan memberkati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang bukan Pendeta dari YHS, tolong diklarifikasi Pendeta dari mana, karena pentahbisan Pendeta maupun Pendeta Muda hanya bisa dari organisasi gereja. Artinya organisasi gereja yang mentahbiskan harus bisa memberi sanksi tegas beruoa pemecatan krn ybs sudah melakukan KEBOHONGAN dan seorang PEMBOHONG tidak pantas untuk dipertahankan gelar Kependetaannya.
      Thx

      Hapus
    2. Ah cerita omong kosong, YHS paling pandai melakukan LOGIKA TERBALIK.
      dasar gereja yg penuh KESAKSIAN PALSU.

      Hapus
    3. HIH mantan Biarawati memberikan kesaksian palsu demi popularitas & Nilai komersil, berbohong halal asal berguna bagi Islam

      Hapus
  7. Saya anggota jemaat dari YHS Church Makassar

    Mohon untuk lebih berhikmat lagi dalam bertindak dan memilih preacher. Jangan sampai berdampak ke gereja satelit yang lain, kita memang harus menjadi terang & tetap menyatakan kebenaran sekalipun mungkin bertentangan dengan kebiasaan tapi sebaiknya tidak menyangkutpautkan dengan saudara kita dari agama lain.
    Kita kerjakanlah bagian kita & biarkan Tuhan Yesus yang mengerjakan bagianNya selanjutnya. Yeshua HaMasiakh bless u

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. proses hukum, dan jgn buat permintaan maaf lewat koran aja.harusnya via media TV dong. dedi corbuzier aja pacar nya dihina lgsng press conference di media TV,masa ini ngga ? ato media TV nya sdh dikuasai kalian ya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hajah Irene Handoko & Yahya Waloni juga harus di proses hukum, karena telah menghujat, memfitnah, mencemooh agama Non Muslim.

      Hapus
  10. umat kristen memang kebanyakan bersifat angkuh dan arogan. terbukti dari kasus ini, dominasi menunjuk-nunjuk kesalahan pihak lain.

    saya sebagai umat kristen, minta maaf atas fitnah yang disebarkan.
    semoga ketulusan ini dapat dimaklumi karena kami sebagai umat beragama, juga sebagai manusia yang penuh cela.
    Kiranya kita semua bisa kembali kepada alasan kita beragama, yakni menjadi hamba Tuhan yang berkenan di hadapanNya. Hamba yang mengasihi terhadap sesama, seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

    BalasHapus
  11. sebagai seorang Kristen saya sedih, berbohong apapun alasannya adalah dosa. Soal orang lain yang berbohong itu bukan urusan kita, biar diurus Tuhan.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...