Minggu, 03 Juli 2016

Pertama di Dunia: 'Pastor dan Ustadz' Jadi Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Tengah

Pertama di Dunia: 'Pastor dan Ustadz' Jadi Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Tengah

Pastor Rantinus Manalu Pr dan Ustadz Sodikin Lubis, disingkat "Paus", mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (30/6/2016). Romo Rantinus, yang merupakan imam Keuskupan Sibolga maju sebagai calon bupati. Sedangkan Ustadz Sodikin sebagai calon wakil.

Pasangan ini akan maju melalui jalur independen atau bukan partai politik. Saat ini, sudah terkumpul sekitar 30 ribu dukungan dalam bentuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat dari yang ditentukan KPU sekitar 22.000 agar bisa menjadi peserta Pilkada Tapanuli Tengah 2017.

Pastor Rantinus berjanji akan memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah dengan gaya kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bila terpilih dalam Pilkada Tapanuli Tengah 2017 mendatang.

“Saya bersama Ustadz Sodikin maju di Pilkada Tapteng atas dukungan dan dorongan dari masyarakat untuk perbaikan Tapteng ke depan,” ujar Rantinus.

Romo Rantinus mengatakan, dirinya akan bersikap tegas dalam memimpin jika terpilih menjadi bupati Tapanuli Tengah, sebagaimana kepemimpinan gubernur DKI saat ini.

“Lebih dari sikap ketegasan Ahok akan saya lakukan dalam memimpin pemerintahan, untuk memberikan keadilan, memperjuangkan hak rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah ini," ujar Rantinus.

Namun menurut Romo Rantinus, hanya ketegasan gaya Ahok yang akan diterapkannya kelak, tetapi dalam cara berbicara tidak seperti Ahok.

“Kalau Ahok kan nada bicaranya agak keras, tetapi saya kan pastor, jadi sebaliknya kalau saya," katanya.

Dorongan kuat warga agar Romo Rantinus terjun dalam politik praktis dipicu oleh pengakuan akan komitmen imam itu pada upaya menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Warga Tapanuli Tengah, punya pengalaman buruk dengan bupati sebelumnya, Bonaran Situmeang yang dijebloskan ke dalam penjara tahun lalu, karena kasus suap. Romo Rantinus menjadi bagian dari masyarakat yang getol menyuarakan protes pada kebijakan Bupati Bonaran.

Bahkan, pada 2013, ia sampai ditetapkan sebagai tersangka dengan tudingan pencemaran nama baik, setelah menyampaikan sebuah pengumuman di koran, mengajak masyarakat berdemo dan mengecam Bupati Bonaran. Ia bersama Ustadz Sodikin Lubis dan beberapa rekannya, menuding bupati itu abai terhadap janji-janjinya saat kampanye.

Pada tahun 2009, Romo Rantinus juga aktif menggelar aksi dan berdiri bersama masyarakat yang lahannya diambil untuk menjadi lokasi perkebunan sawit. Kala itu, Romo Rantinus juga ditetapkan sebagai tersangka. Namun, upayanya tidak kendur, karena nyalinya tidak ciut, meski berhadapan dengan berbagai kekuatan pebisnis yang berkongkalikong dengan aparat.

Romo Rantinus sendiri menyadari dukungan yang ia peroleh sekarang merupakan buah dari komitmennya itu.

“Ini dampak dari perjuangan hak-hak asasi manusia yang saya tunjukkan. Ketika kita berjuang untuk masyarakat kecil, mereka mungkin melihat bahwa orang ini yang bisa memperjuangkan kita,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat muak dengan para pemimpin di Tapanuli Tengah. Menurut mereka, pemimpin-pemimpin selama ini moralitasnya sangat rendah dan lebih mementingkan uang.

“Karena moralnya rendah akhirnya banyak yang masuk bui” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat yang mengusungnya saat ini bukan hanya dari Katolik, tetapi juga dari agama lain.

“Dari umat katolik sendiri, justru banyak yang melarang. Yang mengusung kami dari berbagai latar belakang,” katanya.

13 komentar:

  1. maju pastor bukan demi agama tapi demi ham dan masyarakat kecil yg tertindas, tapi kalo sudah jadi pemimpin jangan koruptor, hati pastor kan dekat sama Yesus, jalan salib harus selalu pastor ingat terus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat pastor ,,percuma maju calon bupati karena ini akan membuat orang kurang percaya lagi sama seorang pastor karena terjun kepolitik beda seorang ustad, saya jg katolik kok, tapi terkadang saya berfikir apa yang dikejar seorang romo sehingga mau jadi calon bupati? karena seoran pastor itu sudah diangkat sumpa trus lari lg kepplitik ,berarti selama ini jadi pastor karena apa , beda dngn seorang ustad,,jaman sekarang orang sudah pintar memilih seorang calon bukan melihat dari latar belakang orang seorang imam trus orang langsung pilih belum tentu,,nah itu saja saran saya karena merasa malu juga melihat hal seperti ini kbtln saya merupakan umat katolik.. terimakasih

      Hapus
  2. Pastor kok berpolitik, aturan baru kaki ya...?

    BalasHapus
  3. leh? pastor boleh ikut berpolitik?

    BalasHapus
  4. Tuhanlah harapanku....Ia yang memenuhi segala kebutuhanku, Trima kasih Tuhan ...Amin.... Edi, Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus
  5. Semoga uskup memberi ijin pada pastor ini agar berpolitik praktis lima tahun, kata lainnya "dikaryapastoralkan" di bidang politik praktis.

    BalasHapus
  6. Pemimpin agama berpolitik?

    BalasHapus
  7. buat Anda yang berkomentar politik, apa Anda mengerti dengan kata politik itu sendiri?
    jadi jangan asal berkomentar tentang hal yang belum Anda tahu betul makna dan arti daripada kata tersebut.
    trimakasih.

    BalasHapus
  8. Pastor apa tu yg bgni?sesat
    Alayy ni pastor, nd butul ni pastor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aja kaya yang si ustad

      Hapus
  9. Smoga gereja katolik merestuinya.meski ini sebelumnya belum pernah terjadi.

    BalasHapus
  10. Semoga Nggak OMDO Doang.

    BalasHapus
  11. fenomena baru di era reformasi yg sudah kebabblasan.., tp saya kira sikap dan dukungan sebagian besar masyarakat Tapteng kepada Tokoh Agama ini perlu diapresiasi, mengapa? karna masyarakat kita (Tapteng) itu sudah cerdas utk melihat dan memilih siapa sebenarnya yg berjuang utk kepentingan rakyat.., saya kira ini penting menjadi perhatian semua khususnya KeUskupan, ini menjadi tantangan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap para Tokoh Agama, khususnya utk Pastor Rantinus Simanalu, jika memang ada peluang mohon keUskupan mengijinkan, karena Tokoh Agama dalam hal ini Romo Rantinus bukan hanya milik Gereja (Katolik) tp semua orang, meskipun sesuai penjelasan keUskupan bahwa terikat dgn tata aturan Gereja Katolik, tetapi sebagai orang awam atau masyarakat pada umumnya tdk terlalu paham akan hal tersebut, tetapi mreka lebih melihat kepada perjuangan dan kemajuan Masyarakat Tapteng kedepan. Saya kira Pelayanan atau Melayani Umat dan masyarakat itulah Tujuan dari Kitab Suci (Alkitab) yang lebih tinggi dari semua aturan yg ada didunia ini, sehingga kebijakan dapat diambil oleh KeUskupan utk memberikan kesempatan baik kepada Romo Simanalu tp juga kepada masyarakat Tapteng khususnya tp utk hal yg lebih luas utk Indonesia. bahwa kebersamaan itu Indah meskipun berbeda. Salam Persatuan Indonesia, Merauke-Papua

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...