Sabtu, 20 Agustus 2016

Ini Dia Bangunan Diduga Tempat Yesus Menyebarkan Kristen 2.000 Tahun Lalu

Ini Dia Bangunan Diduga Tempat Yesus Menyebarkan Kristen 2.000 Tahun Lalu

GALILEA - Sejumlah arkeolog menemukan sebuah reruntuhan sinagoga (tempat ibadah Yahudi) di dekat Gunung Tabor, tak jauh dari Tel Rakesh, Israel.

Dalam penggalian tersebut, ditemukan jejeran batu kapur menyerupai bangku-bangku yang diduga tempat jemaat duduk. Penemuan tersebut di sebuah desa Yahudi kuno yang dipercaya berasal dari abad pertama Masehi

Dalam kitab Perjanjian Baru disebutkan, Yesus atau Nabi Isa mengunjungi rumah-rumah ibadat desa di Galilea.

Bangunan sinagog yang ditemukan itu, panjang 29 kaki dan lebar 26 kaki. Merupakan tempat Nabi Musa mengajarkan Taurat seminggu sekali.

Sebagian besar rumah-rumah ibadah, sekitar waktu ini --yang dikenal sebagai Periode Kuil Kedua-- di sebut berada pusat-pusat kota Yahudi Kuno.

Penemuan ini adalah yang pertama. Menurut Perjanjian Baru, Yesus melakukan pelayanannya di kota Kapernaum di pantai barat laut Danau Galilea. Di kawasan ini terdapat ratusan desa Yahudi hingga keluar kawasan Galilea. 

Baca juga: International Geology Review: Yesus Kristus Disalibkan pada 3 April 33

Sejumlah kitab Matius, Markus dan Lukas, memang disebutkan bahwa Yesus mengunjungi desa ini untuk menyebarkan Injil.

Matius 9:35, misalnya, menyatakan: Yesus pergi melalui semua kota dan desa-desa, mengajar dalam rumah mereka, memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan."

Tapi sampai sekarang, tidak ditemukan rumah-rumah ibadah pedesaan tersebut, sehingga penemuan ini dianggap sebagai sejarah awal yang penting bagi Kristen.

Arkeolog menemukan situs ini puncak bukit yang dikenal sebagai Tel RecheŇ°, dekat Gunung Tabor, Galilea, Israel.

Desain umum rumah-rumah ibadah tersebut, jamaah duduk sepanjang dinding menghadap tengah ruangan. Sedangkan pembaca doa berdiri di tengah ruangan untuk mengajarkan kitab Taurat. Rumah ibadah ini menghadap ke Yerusalem sebagai kiblat.

Dr Mordechai Aviam, seorang arkeolog kepada Ynetnews, seperti dilansir MailOnline mengatakan bahwa rumah ibadah tersebut dibangun antara 20-40 Masehi dan digunakan hingga pertengahan abad kedua.

"Ini adalah penemuan pertama sinagog abad pertama di pedesaan Galilea. Penemuan ini menggambarkan kehidupan pedesaan Yahudi Galilea."

Situs ini terletak sekitar 17 kilometer timur Nazaret, dan 12 kilometer dari Nin (Naim). Kendati demikian, belum diketahui nama desa Yahudi kuno tersebut karena tidak ada referensi yang menyebutkan.

Penggalian situs ini tidak hanya menemukan bangku batu kapur dan dinding sinagog, tetapi juga dua pilar besar yang diduga menjadi tiang bagi atap bangunan tersebut.

Setelah pemberontakan Bar Kokhba, saat orang-orang Yahudi dari Yudea bangkit melawan Kekaisaran Romawi, kawasan desa Yahudi kuno ini hancur. Sejak itu, garis sejarah Yahudi terputus.

Dr Aviam percaya sinagog di Tel RecheŇ° ini dibangun oleh pemilik pertanian untuk keluarga dan para pekerjanya.

"Ini adalah rumah ibadat sederhana tetapi tidaklah mudah untuk membangun sinagog yang sederhana."

"Bangku yang kami temukan terbuat dari batu Ashlar putih yang indah dan pilar dasar yang besar membutuhkan biaya yang cukup besar dan mahal."

Ratusan fragmen lukisan dinding langka dari periode Romawi juga ditemukan di Zippori di Galilea. Lukisan ini menunjukkan pola bunga, gambar binatang --seperti punggung harimau dengan ekornya-- dan pola geometris

Penemuan ini dari penggalian kelompok arkelolog yang berbeda di Zippori, taman nasional di Galilea.

Dari hasil temuan ini, arkeolog percaya bahwa Zippori merupakan pusat kota penting bagi orang-orang Yahudi selama kekuasaan Romawi dan periode Bizantium, kata Profesor Zeev Weiss, seorang arkeolog di Universitas Ibrani, Israel.

Lukisan dinding menghiasi bangunan monumental yang diduga didirikan pada abad kedua Masehi di utara kota. Bangunan ini dibongkar pada abad ketiga dan diganti dengan bangunan publik lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...