Rabu, 31 Agustus 2016

Pelaku Pengebom Gereja Santo Yosep Dikenal Sebagai Muslim yang Taat dan Rajin ke Masjid

Pelaku Pengebom Gereja Santo Yosep dikenal sebagai Muslim yang Taat dan Rajin ke Masjid

MEDAN - Ivan Armadi Hasugian (18) warga Jl Setia Budi, Gang Sehati, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang yang berupaya melakukan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep dikenal sebagai pribadi yang taat agama sejak duduk di bangku SMA di SMA Negeri 4. Hal itu disampaikan Humas SMA Negeri 4, Marisda Sipayung (52).

"Dari dia sekolah dulu, anaknya ini taat beragama. Kalau mendengar azan, dia langsung pamit untuk salat," kata Marisda di ruangannya, Senin (29/8/2016).

Karena tak ingin menghalangi siswanya beribadah, Marisda pun mempersilakan Ivan untuk salat. Terkadang, kata Marisda, Ivan salat di mushalla sekolah.

"Ya, dia kalau waktunya salat, ya salat. Kami pun kan enggak bisa melarang," ungkap Marisda.

Oleh para tetangganya di Jl Setia Budi, Gang Sehati, Medan Selayang, Ivan Armadi Hasugian dikenal sebagai muslim yang taat.

Adi, tetangga IAH, menjelaskan saban hari Ivan sangat rajin beribadah. Ia kerap mengenakan sorban dan jubah berwarna putih.

"Bahkan kalau dia nyuci kereta (sepeda motor) pun itu sorbannya nggak dilepas. Setiap saya pulang dari pajak (pasar tradisional), saya selalu lihat IAH pulang dari masjid. Baik kali itu anaknya. Pendiam, nggak pernah kedengaran dia bikin rusuh di kampung ini," kata Adi kepada Tribun.

Karena itu pula Adi sangat terkejut saat mendengar IAH mencoba meledakkan diri dan sebelumnya menusuk pastor dengan pisau.

"Saya tadi tahu dari media sosial kalau di Gereja Dokter Mansur ada bom. Katanya bomnya nggak meledak dan pelakunya dihajar sampai babak belur. Tapi nggak saya sangka kalau pelakunya si IAH. Terkejutlah. Anak seperti itu, kok, bisa nekat," ujarnya.

IAH belum melanjutkan pendidikan pasca menyelesaikan pendidikan SMA. Sehari-hari, pemuda 18 tahun ini lebih banyak berada di rumah dan di masjid.

"Memang agak kurang gaul dengan anak-anak muda sini. Jarang lah kalau dibilang mau duduk-duduk nongkrong. Lebih sering ibadah dia. Tapi anaknya baik. Nggak nyangka saya bisa seperti itu," ucapnya.

Sumber:

7 komentar:

  1. Sudah menjadi trend. Kebanyakan pelaku terorisme adalah muslim yang taat. Koq bisa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak tau...mungkin takut wabah Predator Anak ikut menyebar ke Indonesia. tapi caranya salah. Kan lagi 'trend' juga di barat sana makanya orang pada gak mau pergi ke gereja.

      Hapus
    2. Hey mas kalau ngomong diteliti dlu,mikir pakai otak jangan pakai tenggorokan babi???berita tidak berbobot,ini pelaku mungkin dari kalangan kalian sendiri
      Kl mau melakukan penyerangan sunat dlu terus ajarin tauhid biar ngerti

      Hapus
    3. ini luar biasa muslim yg tatat tidak disunat, jd pertanyaanya yg tatat tidak disunat itu teroris apa hayo.......

      Hapus
    4. membunuh orang2 non muslim halal asal berguna bagi jihad....sambil berteriak allahu akbar....darah orang2 non muslim halal di bunuh,itulah ideologi Islam Radikal.

      Hapus
  2. Ngaco ini web, ada yg bilang ia muslim tali belum sunat, bahkan bendera isisnya saja salah ia nulis, bisa jd jni rekayasa kalian sendiri, masih ingat dengan anak yg menghancurkan oatung maria dan buang ke sungai di magelang, dan ternyata pelakunya ank koster gerwja sendiri,haha parah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muslim yg taat membela Alloh swt dengan jihad memerangi orang2 Kafir supaya non muslim tunduk pada Islam.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...