Sabtu, 06 Agustus 2016

Percaya Yesus, Biarawati ini Tidak Takut Mati Ketika Diancam Dibunuh Saat Teror Perancis

Percaya Yesus, Biarawati ini Tidak Takut Mati Ketika Diancam Dibunuh Saat Teror Perancis

Selama melakukan penyanderaan, para pelaku teror di sebuah gereja di Saint-Etienne, Perancis, ternyata sempat mengobrol dengan salah satu biarawati yang disandera. Menurut sang biarawati, mereka ‘bertukar pikiran’ soal agama.

Pembicaraan tersebut diceritakan salah seorang biarawati bernama Suster Helene Decaux saat dirinya merasa lelah karena diminta untuk terus berdiri. Pada akhirnya, sang biarawati yang berusia 80 tahun tersebut meminta izin untuk duduk.

Setelah diizinkan untuk duduk, para pelaku pun langsung berbicara soal agama. Di saat itu, mereka juga bertanya, apakah Suster Decaux mengenal Al-Quran.

“Ya, saya menghormati Quran sama seperti saya menghormati Alkitab. Saya juga telah membaca beberapa surah. Surah-surah tersebut berbicara soal perdamaian,” jawab Suster Decaux seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (30//7).

Lalu salah seorang penyandera menjawab: “Damai? Itulah yang kami mau. Selama serangan bom terjadi di Suriah, kami akan terus melanjutkan serangan setiap hari. Ketika kalian berhenti, maka kami juga akan berhenti.”

Mendengar ucapan rekannya, seorang penyandera langsung membalas: “Apakah kamu takut mati?”.

“Kenapa? Saya percaya pada Tuhan dan saya tahu saya akan bahagia,” balas Suster Decaux.

Suster Decaux adalah satu dari lima sandera di dalam gereja yang diserang oleh Abdel Malik Petitjean (19) dan Adel Kermiche (19).

2 komentar:

  1. Yang membom kalian di surya itu siapa dan motifnya apa? kenapa kalian menyerang gereja? Untuk apa takut akan kematian, semua orang pasti. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Yang takut mati itu adalah mereka yang tidak mengenal Tuhan dan begitu juga yang membunuh karena mereka adalah tidak mengenal Tuhan.

    BalasHapus
  2. Bagiku hidup adalah Kristus mati adalah keuntungan

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...