Jumat, 12 Agustus 2016

Polres Klaten Buru Perusak Patung Rumah Ibadah

Polres Klaten Buru Perusak Patung Rumah Ibadah

KLATEN - Sebanyak dua patung rohani di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Kecamatan Jogonalan, diduga dirusak. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyidikan atas kerusakan tersebut.

Dua patung yang dirusak merupakan patung Yesus dan Maria yang berada di sekitar altar gereja yang beralamat di Dukuh Minggiran, RT 001/RW 004, Desa Plawikan, Jogonalan. Rusaknya kedua patung diketahui pada Selasa (9/8/2016) siang. Saat itu, posisi patung Yesus sudah tertelungkup di lantai dengan kondisi tangan patung sisi kiri patah. Sementara, patung Maria sudah tak berada di sekitar altar. Patung itu ditemukan di Kali Ujung yang berlokasi di samping gereja.

“Benar terjadi hal itu tetapi ini bukan penyerangan bukan pengeroyokan. Jadi, hanya ada dua patung yang diambil dan dipindahtempatkan. Ada yang tangannya patah saya perkirakan saat diangkat jatuh. Ada berpindah tempat ke sungai,” kata Kapolres Klaten AKBP Faizal saat ditemui di Mapolres Klaten, Rabu (10/8/2016).

Rusaknya dua patung itu diperkirakan terjadi pukul 13.00 WIB-14.00 WIB. Saat kejadian, pastor gereja setempat, Romo Sukomulyana, baru pulang dari Jogja. “Romo mengetahui setelah pulang dari Jogja. Romo mendengar ada suara jatuh diperkirakan itu genteng atau asbes karena di sekitarnya tidak ada yang rusak. Namun, saat mengetahui [patung] rusak, kemudian dilaporkan ke polisi,” ungkap dia.


Patung Bunda Maria di Jalan Salib dekat Gua Maria Sendang Sriningsih dirusak.

Suasana Tenang

Kapolres mengatakan hingga kini polisi masih melakukan penyidikan atas kerusakan tersebut. Sekitar tiga saksi diperiksa yakni pastor gereja, petugas gereja, serta seorang pemancing yang diperkirakan berada di sekitar sungai saat patung maria dibuang ke sungai. Belum diketahui pasti motivasi pengrusakan itu. Jumlah pelaku diperkirakan lebih dari satu orang.

“Di sana ada kamera CCTV dan aktif. Tetapi, saya juga belum melihat [kejadian terekam kamera CCTV],” jelas dia.

Disinggung pengrusakan yang sama terjadi di wilayah lain, Kapolres tak menampik. “Apakah pelaku sama serta memiliki motivasi yang sama pula, kami juga belum mengetahui,” katanya.

Kapolres memastikan kegiatan peribadatan di gereja tersebut tetap berjalan. Pastor setempat juga sudah menyampaikan ke seluruh umat gerega tak terpengaruh dengan peristiwa tersebut.

“Romo mengatakan beliau sudah menyampaikan seluruh umat tidak terpengaruh kejadian itu. Umat gereja tetap melakukan ibadah,” urai dia.

Tempat Ziarah

Dugaan perusakan patung agama tidak hanya terjadi di Klaten. Pada hari yang sama, terjadi dugaan perusakan patung di Gua Maria Sendang Sriningsih, Prambanan, Sleman, yang merupakan lokasi ziarah umat Katolik.

"Kita belum tahu, apa motifnya sama. Intinya kejadian ini berurutan. Entah yang Klaten dulu atau Sleman dulu," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Sleman, AKP Haryanta, mengatakan laporan dugaan perusakan patung Bunda Maria di Gua Maria Sendang Sriningsih telah disampaikan kepada Polres Sleman, Rabu (10/08).

Dari laporan itu diketahui bahwa tangan patung mengalami rusak ringan. "Saat ini masih didalami terkait laporan itu," ucap AKP Haryanta.

Peristiwa perusakan patung agama di Jawa Tengah pernah terjadi lima tahun lalu. Saat itu, patung Bunda Maria dirusak di sebuah biara Katolik di Karanganyar.


Baca juga:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...