Minggu, 14 Agustus 2016

Relief Jalan Salib di Gua Maria Sendang Sriningsih Dirusak Orang Tak Dikenal

Relief Jalan Salib di Gua Maria Sendang Sriningsih Dirusak Orang Tak Dikenal
SENGAJA DIRUSAK: Relief jalan salib di kompleks Gua Maria Sendang Sriningsih, Desa Gayamharjo, Prambanan, yang dirusak orang tak dikenal. Kerusakan ada di bagian kepala.

SLEMAN - Salah satu relief jalan salib di kompleks Gua Maria Sendang Sriningsih, Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, dirusak orang tidak bertanggung jawab. Salah satu patung di relief ke-10 yang menggambarkan saat pakaian Yesus ditanggalkan sebelum disalib, rusak di bagian kepala.

Kepala Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Desa Dalem, Sawit, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, yang membawahi tempat ibadah Gua Maria Sendang Sriningsih, Romo FX Cahyo Handoko Pr, mengatakan kejadian berlangsung, Selasa 9 Agustus sekitar pukul 19.00. Saat itu pengurus Gua Maria memberitahukan adanya perusakan pada relief tersebut.

Saat peristiwa, ujarnya, tak ada satu pun saksi atau petugas Gua Maria yang melihat. Gua Maria ini jarang didatangi umat Katolik karena letaknya di pelosok dan medannya sulit dijangkau.

"Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, saya mendapat laporan dari petugas jaga kalau kepala relief wanita di pemberhentian ke sepuluh sudah pecah," jelas Romo Koko, sapaan akrab Romo Cahyo, di Prambanan, Yogyakata, Rabu (10/8/2016).

Ia memperkirakan relief itu dirusak dengan menggunakan benda tumpul. Menurutnya, kejadian perusakan dilakukan sengaja oleh seseorang. Sebab, menurut penuturan seorang jemaat yang mengetahui pertama kali, relief itu sebelumnya belum rusak.

“Kami punya umat pukul 10.00-11.00 yang pertama melihat saat berangkat mencari rumput lewat belum rusak. Jam tiga sore setelah pulang, lihat patung sudah retak. Disingkirkan terus lapor ke pengelola,” katanya kepada Radar Jogja, Selasa (9/8).

Ia mengatakan, rute jalan salib itu sehari-hari memang sepi. Jalan tersebut tidak banyak dilewati orang saat mengunjungi Gua Maria. Romo Koko juga mengatakan, sebelumnya pada saat yang hampir bersamaan, ia juga mendapat laporan kejadian serupa di Gereja Katolik St Yusuf Pekerja di Gondang, Klaten.

Yaitu perusakan dua patung Bunda Maria dan Patung Yesus, dan kerusakan lain di tempat ibadah di Desa Mayungan, Klaten. Oleh karena itu ia meyakini jika kerusakan itu disengaja oleh seseorang.

Mendapati laporan perusakan, ia kemudian meneruskannya ke kepolisian. Malam harinya dari Polsek Gantiwarno mengutus anggotanya mengecek ke lokasi. Ditanya motif yang mungkin melatarbelakangi kejadian itu. Ia tidak bisa menduga-duga, dan menyerahkan upaya pengungkapan ke polisi.

“Kami berharap pihak keamanan dapat mengungkap kejadian ini. Kerusakan memang tidak seberapa, namun antisipasi jangan sampai membuat suasana semakin keruh. Tidak usah terpancing,” ungkapnya.

Romo Koko mengatakan, tidak pernah ada protes dan penolakan warga mengenai keberadaan Gua Maria sejak mulai dibuka pada 1936 lampau.

Pengelola Gua Maria Sendang Sriningsih, Waluyo mengatakan, setelah mendapat perintah perbaikan, kerusakan di relief itu segera diperbaiki. Beberapa bagian yang sempat tercecer dikumpulkan dan direkatkan kembali. “Diperbaiki dengan lem dan kompon gypsum,” ujarnya.

Hingga kini Gua Maria Sendang Sriningsih masih dibuka untuk umum. Gua Maria Sendang Sriningsih yang artinya perantara rahmat Tuhan pada umatnya ini dibangun pada 1936.

Awalnya tempat ini adalah sebuah sumber mata air yang terkenal angker dan bernuansa mistis. Romo D. Harjosuwondo kemudian terpikat pada suasana damai di sana dan membangun Gua Maria bersama warga. Gua Maria ini kemudian dilengkapi dengan relief kisah sengsara Tuhan Yesus (Jalan Salib) dari perhentian pertama hingga ke-14.

Sumber:

Baca juga:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...