Rabu, 24 Agustus 2016

Relikui Potongan Asli Salib Yesus Kristus di Gereja Katolik San Francisco Hilang Dicuri

Relikui Potongan Asli Salib Yesus Kristus di Gereja Katolik San Francisco Hilang Dicuri

Pihak berwenang sedang mencari relikui kuno yang sangat sakral - diyakini sebagai potongan asli dari salib yang digunakan untuk menyalibkan Yesus Kristus - yang dicuri dari sebuah gereja di San Francisco.

Pencuri masuk ke Gereja Katolik St. Dominic pada hari Kamis (18/8) dan mencuri relikui potongan salib Kristus sebelum melarikan diri tanpa jejak. Ditemukan kunci pada kaca tempat penyimpanan relikui dan meninggalkan segel merah kepausan.

Pemimpin gereja dan umat menyatakan kesedihan mereka atas hilangnya harta paling berharga gereja dalam Misa Minggu.

"Potongan salib ini adalah peninggalan 2.000 tahun yang lalu dari salib Kristus sendiri. Oleh sebab itu dicuri dalam berbagai cara dengan disengaja tentu menjengkelkan dan sangat menyedihkan," kata pastor gereja, Pastor Michael Hurley.

Salah satu jemaat gereja yang bernama Suzanne Avila berdoa di depan relikui tersebut hampir setiap hari. "Ini seperti sepotong jantung kecil, kita telah ditarik keluar dan denyutan jantung itu kini telah hilang dan kita perlu mendapatkannya kembali," katanya.

"Untuk seseorang yang mencurinya, mereka sudah kehilangan akal, dan saya benar-benar kasihan pada mereka. Aku berdoa untuk mereka," kata jemaat gereja, Lourdes Paredes.

Tidak ada saksi dan tidak ada kamera keamanan di dalam gereja, tapi polisi mengatakan mereka memiliki beberapa petunjuk untuk menuntun mereka kepada pelaku.

Pastor Hurley berharap pencuri akan mengubah hatinya dan mengembalikan relikui tersebut.

"Kami berharap bahwa pencuri akan mengubah hatinya dan mungkin kita bisa menemukannya lagi dan mengembalikan relikui penting ini ke gereja kami," kata Pastor Hurley.

Ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada Januari 2014, relikui jubah berlumuran darah dari Paus St Yohanes Paulus II juga pernah hilang dicuri dari sebuah gereja San Pietro della Ienca yang berada di wilayah pegunungan di Abruzzo, Italia Tengah.

Jubah berlumuran darah tersebut dikenakan Paus Yohanes Paulus II saat ia ditembak oleh Mehmet Ali Agca seorang pembunuh bayaran asal Turki pada tahun 1981.

Jubah yang sudah disobek-sobek pencuri ditemukan polisi di sebuah garasi milik salah seorang pelaku yang berhasil diamankan penyidik. Pencuri diyakini tidak mengetahui seberapa penting arti jubah tersebut sehingga menyobeknya.

Uskup Giovanni D'Ercole menyatakan sobekan-sobekan tersebut sudah dijahit kembali dan hampir mendekati bentuk semula.

"Saya pikir Paus Yohanes Paulus II sudah memaafkannya, begitu juga dengan kami," komentarnya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...