Kamis, 04 Agustus 2016

Solidaritas Serangan Gereja di Prancis, Ratusan Umat Muslim Hadiri Misa

Solidaritas Serangan Gereja di Prancis, Ratusan Umat Muslim Hadiri Misa

Ratusan umat Muslim di Prancis menghadiri misa sebagai pernyataan solidaritas atas terbunuhnya Romo Jacques Hamel, 86, pada hari Selasa (26/7/2016).

Romo Jacques Hamel tewas di gerejanya di Saint-Etienne-du-Rouvray dekat Rouen oleh dua remaja muslim anggota ISIS, mereka memaksa sang pastor berlutut dan menggorok lehernya. Mereka juga menyandera sejumlah jemaat gereja dan melukai seorang biarawati.

Dewan Muslim Perancis, CFCM, menyerukan umat Islam untuk menunjukkan 'solidaritas dan kasih sayang' menyusul pembunuhan itu.

"Kita semua adalah umat Katolik Perancis," kata Anouar Kbibech, ketua Dewan Muslim Prancis, dalam ungkapan solidaritasnya.

Misa diadakan di Rouen serta di Katedral Notre Dame di Paris.

"Kami sangat tersentuh. Ini merupakan isyarat persaudaraan yang penting. Mereka mengatakan kepada kami, dan saya pikir mereka tulus, bahwa bukanlah Islam yang membunuh Jacques Hamel," kata Uskup Agung Rouen, Dominique Lebrun.

"Saya berterima kasih atas nama semua orang Kristen. Dengan cara ini Anda menegaskan bahwa Anda menolak kematian dan kekerasan atas nama Tuhan," katanya lagi, seperti dikutip AFP, Senin (1/8/2016).

"Bagi saya, sangatlah penting untuk berada di sini hari ini," kata Mohammed Karabila, pemimpin masjid di Saint-Etienne-du-Rouvray, yang datang dalam misa di Rouen.

"Solidaritas ini harus ditunjukkan secara fisik, karena sampai saat ini masyarakat Muslim banyak melakukan hal yang tidak terlihat.

"Hari ini kita ingin menunjukkan secara fisik, dengan mencium keluarga Jacques Hamel, dengan mencium Yang Mulia (Uskup Agung) Lebrun di depan semua orang, sehingga mereka tahu bahwa dua komunitas (Islam dan Kristen/Katolik) ini bersatu."

Lebih dari seratus umat muslim berada di antara 2.000 umat Katolik di Katedral Rouen dalam misa mengenang Pastor Hamel. Katedral berada di dekat Kota Saint-Etienne-du-Rouvnay, lokasi penyerangan.

Sebuah misa juga diadakan di gereja Saint-Pierre-de-l'Ariane di daerah Nice yang mayoritasnya imigran. Sebelumnya pada bulan Juli, 84 orang tewas dalam serangan yang terinspirasi kelompok ISIS di Nice, ketika sebuah truk sengaja diarahkan untuk menggilas kerumunan yang merayakan Bastille Day.

Umat Islam di Italia menghadiri pula misa pada hari Minggu. Tiga imam duduk di barisan depan di gereja Santa Maria Trastevere di Roma.

"Masjid bukan tempat di mana fanatik menjadi radikal," kata Mohammed ben Mohammed, anggota Uni Komunitas Islam di Italia. "Masjid harus melakukan apa yang menjadi kebalikan dari terorisme: menyebar perdamaian dan dialog."


Solidaritas Serangan Gereja di Prancis, Ratusan Umat Muslim Hadiri Misa

Paus: Islam Tidak Sama dengan Terorisme

Sementara itu Paus Fransiskus mengatakan, Islam tidak bisa disamakan dengan terorisme. Itu dinyatakannya sebagai penjelasan mengapa ia tidak mau menyebut nama Islam ketika mengutuk pembunuhan brutal yang terjadi terhadap Jacques Hamel.

Ia mengemukakan bahwa pembunuhan dan kekerasan juga dilakukan orang beragama lain. Ia mengungkap, sering membacanya di surat kabar Italia. Antara lain pembunuhan yang dilakukan pria terhadap pacarnya, atau terhadap ibu mertua dan sebagainya. "Dan mereka semua beragama Katolik!" demikian ucap Sri Paus.

Di gereja Katolik Saint Leger di kota Lens, Perancis sektiar 30 warga Muslim menghadiri misa dengan mengenakan T-shirt bertulisan, "terorisme tidak punya agama atau identitas.

Pastur Hubert Renard mengatakan kepada semua warga yang hadir, "Kita tidak sendirian. Saudara-saudara muslim kita juga hadir di sini." Banyak orang tersentuh dan menitikkan air mata ketika saling mengucapkan salam damai, yang jadi bagian liturgi di banyak gereja Kristen.


Solidaritas Serangan Gereja di Prancis, Ratusan Umat Muslim Hadiri Misa

Sumber:

1 komentar:

  1. Ngakunya agama damai Rahmatan Lil Alamin

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...