Kamis, 08 September 2016

Alasan Misa Arwah Dibubarkan, karena 'Mengganggu' Pengajian Umat Muslim di Masjid


SOLO - Sekelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam membubarkan paksa kegiatan misa arwah atau sembayangan untuk memperingati 1.000 hari seorang yang sudah meninggal dunia.

Kegiatan itu dilaksanakan di Pendapa Kelurahan, Penumping, Laweyan, Selasa (6/9/2016) malam. Kejadian tersebut terjadi pukul 19.00 WIB bermula ketika, Usula Yanita, 37, warga Penumping menggelar kegiatan misa arwah.

“Kegiatan misa arwah itu untuk mengirim doa kepada ibu, Lestari. Dia [Lestari] adalah ibu saya,” kata Ursula Yanita.

Saat itu ada seorang warga yang merasa tidak senang dengan diadakannya misa arwah tersebut. Kemudian ia mengambil foto pendapa dan pergi menuju masjid yang tak jauh dari lokasi. Setelah misa berjalan 30 menit tiba-tiba sekelompok ormas Islam mendatangi pendapa dan membubarkan misa arwah.

"Awalnya ada satu orang mengambil foto pendapa, kemudian pergi dan tiba-tiba datang lagi jumlahnya ada puluhan orang," katanya.

Misa tersebut dianggap 'mengganggu' umat Muslim yang sedang melakukan pengajian di masjid. Padahal jarak antara kantor kelurahan dengan masjid sekitar 50 meter dan misa arwah tidak menggunakan pengeras suara, sebaliknya, pengajian yang dilakukan umat Muslim justru menggunakan pengeras suara.

“Mendengar kabar ini (misa arwah), umat Islam yang pada saat itu sedang melakukan pengajian di masjid dengan pengeras suara yang keras dan tak jauh dari tempat misa segera menggeruduk pendopo. Orang-orang yang sedang melakukan pengajian di masjid itu segera mendatangi umat Katolik yang sedang misa sambil mengancam dan memaksa agar bubar,” kata seorang saksi di lokasi.

Alasan Misa Arwah Dibubarkan, karena 'Mengganggu' Pengajian Umat Muslim di Masjid
Walaupun jarak pendapa dengan masjid sekitar 50 meter, umat Muslim merasa 'terganggu' dengan Misa Arwah.

Umat yang menghadiri misa panik setelah ormas Islam masuk secara paksa ke dalam pendapa dan mengobrak-abrik kursi. Umat Muslim yang sudah mulai beringas ini kemudian mencari pemimpin umat. Pastor dan pembantunya yakni prodiakon segera diselamatkan.

“Romo Andre akhirnya melompat dari jendela ke kamar kerja lurah untuk bersembunyi karena massa sudah berteriak anarkis sembari mengucapkan Allahu Akbar…Allahu Akbar…sehingga suasana sangat mencekam,” tandasnya.

Kesedihan Yanita Ursula Ketika Misa Arwah untuk Ibunya Dibubarkan Paksa

Yanita pun turut bersedih atas kejadian ini. Dia tidak menduga misa arwah untuk mendiang sang ibu akan dibubarkan paksa sekelompok orang.

“Kami sudah mendapatkan izin dari kelurahan sehingga tidak seharusnya acara itu dibubarkan paksa,” ujar Yanita saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (7/9).

Yanita mengatakan ada tiga alternatif lokasi untuk menggelar kegiatan misa arwah. Ketiga tempat itu yakni rumah, gereja, dan pendapa kelurahan. Keluarga memilih pendapa kelurahan dengan pertimbangan yang diundang ada warga yang beragama Islam.

"Baru pertama kali ini terjadi, sebelumnya pernah mengadakan tidak dibubarkan paksa," tambahnya.

Sementara itu, Camat Laweyan, Hendro Pramono, mengatakan kejadian di pendapa Penumping terjadi kesalahan miskomunikasi. Persoalan itu sekarang sudah diselesaikan dengan baik. Sebagai negara hukum seharusnya memegang teguh toleransi antar umat beragama.

“Kami sudah memintai keterangan Pak Lurah [Lasimin] dan benar sudah memberikan izin untuk menggelar acara itu. Warga yang punya acara meminjam pendapa karena rumahnya tidak cukup menampung tamu undangan,” kata dia.

Terpisah, Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Puryadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, tindakan ormas Islam membubarkan paksa warga yang sedang melakukan kegiatan keagamaan tidak dibenarkan. Negara sudah melindungi warganya bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing. Tidak ada kerusakan dan warga yang luka atas kejadian itu.

“Kami menghimbau kepada semua ormas untuk tidak main hakim sendiri. Tindakan itu tidak sesuai Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia,” kata dia.

17 komentar:

  1. tidak perlu gusar, sakit hati, ato marah yang berlebih... ampuni dan doakan saja mereka, percayalah... pada dasarnya mereka akan menuai dan mendapatkan pengingat dari Tuhan Yesus sendiri... Biarkan rahmat dan kasih dari Tuhan Yesus makin membukakan mata hati dari jiwa keiblisan mereka...

    BalasHapus
  2. Ormas atau apapun namanya...., bertobatlah...., jangan sampai TUHAN YESUS yg mengadakan perkara dengan anda. INGAT...., Tahun 2004 sebelum NATAL di Meulaboh-Aceh, Umat kami Katolik juga dilarang melakukan NATAL dan hanya satu pilihan kalau ingin NATAL silahkan di GUNUNG saja...., akhirnya Umat Katolik Natalan pindah ke Gunung tanggal 26 Desember 2004, dan ketika Umat Tuhan sibuk melakukan persiapan Natal di Gunung, spontan TSUNAMI datang dan kebanyakan Umat Tuhan yg dilarang itu selamat dari terjangan Tsunami, apakah ini hanya kebetulan yah.... kita mari renungkan, sehingga kita manusiaa ini janganlah melakukan hal-hal yg menyakitkan supaya tidak kena AZAB, mari kita bangun Kasih..., karena kami Umat Katolik adalah Umat yang penuh Kasih dan Cinta Damai, salam.

    BalasHapus
  3. negara bertoleransi beragama bisa seperti hal ini
    ampunilah mereka yang tidak tahu apa yg mereka perbuat

    BalasHapus
  4. Untukmu agamamu & untukku agamaku, Islam itu indah, Islam menjunjung tinggi toleransi......BULL SHIT

    BalasHapus
  5. Mantan Ustadz Saifudin Ibrahim Muslim yg mengalami pencerahan, jika ceramah beribu muslim bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat...amin

    BalasHapus
  6. Mantan Ustadz Saifudin Ibrahim kesaksian luar bisa....semua fasilitas dari Pondok Pesantren Al-Zaitun di tinggalkan....saya salut sama Saifudin Ibrahim.

    BalasHapus
  7. Semoga kesaksian Nabeel Qurashi membawa berkat bagi banyak orang.
    Nabeel Qurashi mengajak Zaik Naik untuk berdebat.... baru seimbang.

    BalasHapus
  8. sadis sx caranxa..di NTT nggak pernah kayak gini, masyarakat. sangat menghargai perbedaan,kasihan sx umat katolik yg ada disana

    BalasHapus
  9. sadis sx caranxa..di NTT nggak pernah kayak gini, masyarakat. sangat menghargai perbedaan,kasihan sx umat katolik yg ada disana

    BalasHapus
  10. Ketika intimidasi dan anarkis masih menjadi cara favorit untuk menunjukkan keimanan.mu maka sesungguhnya iman.mu masih lemah..
    Justru kekuatan iman ada dalam kerendahan hati menerima dan melayani sesama manusia dengan Kasih..

    BalasHapus

  11. Don't waste your time on revenge. Those who hurt you will eventually face their own karma.

    BalasHapus
  12. Kesaksian Mark Gabriel......mantap.... ia dosen Al-Azhar....ia di siksa oleh tentara Mesir karena meninggalkan Islam (Murtad).
    Murtad di negara Islam Timur Tengah di anggap suatu kejahatan.

    BalasHapus
  13. Tidak dibenarkan , tidak dibenarkan , selalu kalimat itu yang diucapkan , tapi mana ada tindakan nyata...

    BalasHapus
  14. Tidak dibenarkan , tidak dibenarkan , selalu kalimat itu yang diucapkan , tapi mana ada tindakan nyata...

    BalasHapus
  15. dari buahnyalah, akan terlihat darimana ajaran itu berasal.
    ajaran Kasih berbuah menyejukkan hati, mendamaikan suasana, membawa persahabatan dan dekat dengan Tuhan
    ajaran kebencian berbuah keonaran, ketidak tentraman, kegalauan dan kegelisahan dan jiwa menjadi kering mudah berbuat nista

    BalasHapus
  16. Ya kudu sabar...eling Yesus junjungan kita jg dinistake sadurunge seda lan wungu...

    BalasHapus
  17. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

    Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

    (Lukas 6:22-23)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...