Jumat, 02 September 2016

Anggap Kenakalan Anak Biasa, 30 Pengacara akan Bela Pengebom Gereja Santo Yosep

Anggap Kenakalan Anak Biasa, 30 Pengacara akan Bela Pengebom Gereja Santo Yosep
Kedua orang tua IAH (kanan) mendatangi kantor Peradi cabang Medan didampingi oleh Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Cabang Medan, Rizal Sihombing (kiri).

Kedua orang tua pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pada Minggu (28/8) lalu akhirnya mendatangi Kantor Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan untuk meminta sarana pembelaan hukum terhadap kasus IAH (17).

Sebanyak 30 pengacara yang tergabung dalam Peradi Cabang Medan menyatakan siap mendampingi IAH dalam menjalani proses hukum.

Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Cabang Medan, Rizal Sihombing menjelaskan, pemberian bantuan hukum oleh Peradi dilatarbelakangi kesamaan profesi ayah IAH, SM Hasugian yang sebelumnya pernah menjadi pengacara.

"Kami siap memberikan bantuan hukum kepada IAH. Apalagi IAH masih berusia di bawah umur dan perlakuan hukum juga sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," ucapnya di Kantor Peradi Cabang Medan Jalan Sei Rokan, Kamis (1/9).

Rina, salah satu kuasa hukum IAH, menyebut IAH masih anak-anak. Ia menganggap tindakan percobaan pengeboman gereja dan pembunuhan pastor itu hanyalah kenakalan anak-anak biasa.

"Ivan belum 18 tahun. Yang terjadi pada Ivan bisa saja kenakalan seorang anak yang belajar dari Internet," ucap Rina.

Rizal Sihombing menjelaskan, surat kuasa atas pendampingan hukum terhadap IAH telah diserahkan oleh orang tua IAH pada Rabu (31/8) kemarin.

"Dimana Peradi Cabang Medan dalam kasus IAH ini akan menyiapkan 30 pengacara untuk mendampingi kasusnya," jelasnya.

"Kami berharap penanganan kasus ini dilakukan sesuai hukum perlindungan anak," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, IAH diduga menjadi korban pencucian otak oleh kelompok jaringan yang telah terstruktur melakukan teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pada Minggu (28/8) pagi lalu. Dimana, dalam aksinya tersebut seorang pastor mengalami luka di bagian lengan kirinya.

Sumber:

61 komentar:

  1. Rina, salah satu kuasa hukum IAH, menyebut IAH masih anak-anak. Ia menganggap tindakan percobaan pengeboman gereja dan pembunuhan pastor itu hanyalah kenakalan anak-anak biasa.

    Kenakalan anak anak BIASA. Maksudnya? Sudah separah itukah anak anak di Indonesia? Atau justru harus disebut luar biasa? Kalau biasa contoh lainya mana? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata BIASA berarti lazim, umum, seperti yang sudah sudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. parah apanya ? mau nbom bunuh di ri tami yang meledak mercon :v , mau buat aksi kejahatan tapi bawa ktp , mana ktpnya palsu lagi , ngaku islam tapi belum sunat :v . ini bukan kenakalan remaja ini gangguan jiwa

      Hapus
    2. melakukan tindakan kriminal kok di bela, sebaliknya jika mesjid yg di bom oleh non muslim pasti muslim kebakaran jenggot, bakar gereja sambil berteriak alalhu akbar .....darah orang2 non muslim halal di bunuh.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Dalam sumber yg dicantumkan tidak ada makna 'kenakalan anak biasa' makna ini baru muncul di blog ini ... mana yg benar?

    Soal mereka mau membela apalagi krn masih dibawah umur ... ya itu sih terserah mereka

    Tetapi bila makna pembelaan krn perbuatan itu kenakalan anak biasa adalah makna yg ingin dibangun ... wah betul2 kita harus mengelus dada

    BalasHapus
    Balasan
    1. 18 tahun apa masih dibawah umur?

      Hapus
  4. Dalam sumber yg dicantumkan tidak ada makna 'kenakalan anak biasa' makna ini baru muncul di blog ini ... mana yg benar?

    Soal mereka mau membela apalagi krn masih dibawah umur ... ya itu sih terserah mereka

    Tetapi bila makna pembelaan krn perbuatan itu kenakalan anak biasa adalah makna yg ingin dibangun ... wah betul2 kita harus mengelus dada

    BalasHapus
  5. Jika seandainya seluruh jemaat gereja meninggal dunia atau salah satu dari dari jemaat geraja meninggal dunia atas perbuatan IAH, apa itu masih di sebut juga atas kenakalan di bawa umur IAH saja. Perbuatan IAH tetap sudah menjadi tindakan kriminal dan anarkis atas teror dan serangan yg melukai salah satu jemaat gereja, yaitu pastor nya. Walaupun 100 pengacara tetap satu HUKUM nya. Dan berharap keadilan bisa di jalankan sesuai dengan hukum yg berlaku. Hukum bukan untuk sepihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Robert benar,,,,
      mau 100 pengacara , dasar hukum hanya satu.....

      Parah, kalau kenakalan yg berpola ledakan disebut sebagai kenakalan biasa.....

      uji sampling saja,,,,anak anak , orang dewasa,,,akan memberikan pengertian khusus terhadap kata kata BOM....

      pertanyaan yg layak dikemukakan :
      1. Apa mungkin seorang anak dibawah umur menguasai sistem
      penyerangan ?
      2. Apakah seorang anak bisa bekerja seorang diri
      3. Apa jenis bomnya dan dari mana sumbernya
      4. bila benar Bom Bom man itu ada beberapa,,,,patut diduga
      kejadian ada skenario,,
      - bisa niat jahat menyerang pihak gereja
      - bisa skenario adu domba
      - bisa alih issue..... oleh pihak yg berkepentingan
      - bisa hasil design pihak luar , dg tujuan instabilitas RI

      Dalam Islam , anak yg telah aqil baligh harus bertanggung jawab atas perbuatannya....

      Dalam Islam penyerangan tempat Ibadah,Pemuka agama, dapat diselesaikan secara Perdata dan Pidana....

      Dan lebih khusus lagi dalam Ilmu Tauhid Islam, menyakiti umat berbeda agama : ====BERARTI TELAH MENYAKITI RASULNYA ====

      Pelaku / keluarganya WAJIB mengganti penuh , dikenai sangsi pengasingan (kurungan)

      semoga pembelanya dapat melihat dengan adil....
      Ingat : Dalam Hukum Islam, bila muslim mayoritas, maka muslim
      diwajibkan dan bertanggung jawab atas Ketertiban Umum..
      bukan sebaliknya... walaupun negara lingkungan bukan
      negara Islam, tapi pada masing masing individu jatuh
      kewajiban memaparkan HIKMAH....bukan jago-jagoan....

      Hapus
  6. kenakalan anak yg masih belum 18th sdh seperti itu,apalagi kalo udah lewat 18th mungkin akan melakukan hal yg tidak wajar lg...anda sebagai advokat bisa menilai bagaimana tindakan setiap orang yg bisa di anggap wajar dan tidak wajar dan kalo posisi anak anda yg melakukan hal seperti ini apakah anda sebagai orang tua masih menilai wajar sedangkan anak anda sdh melanggar hukum..

    BalasHapus
  7. Mudah2 30 pengacara itu di berkati...
    dan semoga dilancarkan rezekinya...
    seperti itu kenakalan biasa,,,
    alasan di bawah umur.....
    alasan clasic./...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah itu dicabut nyawanya ������

      Hapus
    2. Kalau 30 pengacara yg menjadi korban keluarga sendiri misal istri, anaknya bagaimana perasaan...? pasti akan bersedih, minta pelaku di hukum sesuai dengan perbuatannya.

      Hapus
  8. Apa? Kenakalan anak biasa?
    Jadi kalo ledakan terjadi banyak korban yang mati, anda akan katakan apa?. Ingat, memang ledakan gagal tapi trauma dari jemaat dan pastor gereja masih ada dibenak.
    semoga pengacara yang membelanya diberkati
    Dan semoga anak2 anda tidak ada demikian suatu saat nanti

    Karna Hukum tetaplah hukum

    BalasHapus
  9. apa pulak itu ,, karena org tuanya pengacara maka di dukung , oke x ini anda menang pak ,, tpi bila kedua x nya terulang saya tidak segan2 menembak mati tersangka,, saya bukan islam pembela agama, saya bukan katolik pembela pastor , melainkan saya warga biasa beragamakan kristen protestan , dan saya juga bukan teroris melainkan anti teroris , bagi saya manusia semua sama , bila bersalah tetap di hukum sesuai UUD , bila benar patut untuk di bela,, dasar manusia jaman sekarang ada aja tingkahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. roby benar,
      jangan biarkan mereka bertingkah,,,,,
      .

      mau 100 pengacara , dasar hukum hanya satu.....

      Parah, kalau kenakalan yg berpola ledakan disebut sebagai kenakalan biasa.....

      uji sampling saja,,,,anak anak , orang dewasa,,,akan memberikan pengertian khusus terhadap kata kata BOM....

      pertanyaan yg layak dikemukakan :
      1. Apa mungkin seorang anak dibawah umur menguasai sistem
      penyerangan ?
      2. Apakah seorang anak bisa bekerja seorang diri
      3. Apa jenis bomnya dan dari mana sumbernya
      4. bila benar Bom Bom man itu ada beberapa,,,,patut diduga
      kejadian ada skenario,,
      - bisa niat jahat menyerang pihak gereja
      - bisa skenario adu domba
      - bisa alih issue..... oleh pihak yg berkepentingan
      - bisa hasil design pihak luar , dg tujuan instabilitas RI

      Dalam Islam , anak yg telah aqil baligh harus bertanggung jawab atas perbuatannya....

      Dalam Islam penyerangan tempat Ibadah,Pemuka agama, dapat diselesaikan secara Perdata dan Pidana....

      Dan lebih khusus lagi dalam Ilmu Tauhid Islam, menyakiti umat berbeda agama : ====BERARTI TELAH MENYAKITI RASULNYA ====

      Pelaku / keluarganya WAJIB mengganti penuh , dikenai sangsi pengasingan (kurungan)

      semoga pembelanya dapat melihat dengan adil....
      Ingat : Dalam Hukum Islam, bila muslim mayoritas, maka muslim
      diwajibkan dan bertanggung jawab atas Ketertiban Umum..
      bukan sebaliknya... walaupun negara lingkungan bukan
      negara Islam, tapi pada masing masing individu jatuh
      kewajiban memaparkan HIKMAH....bukan jago-jagoan....

      Hapus
  10. bila kita berpikir seperti keluarga tersangka bagaimana kalo saya beri satu contoh : 30 pengacara & 3 penembak jitu manakah yg akan kalah ???

    BalasHapus
  11. 18 Tahun Ya ?? Kok Dia Tidak Bisa berpikir Dewasa Sih ? atau tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah ??

    BalasHapus
  12. Berusaha untuk membunuh orang dan meledakkan diri itu bukan kenakalan remaja.

    BalasHapus
  13. besok w suru anak2 nge bom rumah lo sekeluarga,,sampe anak cucu dan keluarga lo mati kena bom semua mati konyol,,nah,,lo bakal bilang itu kenakalan biasa gak,,biadap kau ni laeeee

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Anak jelas2 sdh salah dan melakukan tindakan kriminal masih dibela, justru dgn dibela demikian anak itu lama2 bisa jadi seorang teroris dan pembunuh yg sadis... jadi bisa sesuka-sukanya dia mau bertindak apa. Klu org tua mau bela anaknya itu harus lihat konteksnya dulu, jangan asal bela. uuuh... masih ada org tua seperti itu ya... mau jadi apa anaknya kedepan nanti.

    BalasHapus
  16. Kenakalan anak biasa?? wow.. hebat sekali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bom gereja kenakalan biasa,gimana kalo dia kristen bom mesjid?? Mgkn seluruh gereja di medan udah di bakar idup2 wkwkkwkwkwk 17thn perasaan dh gede deh... kecuali 17thn ke bawah haha aneh hukum nya gimana masyarakat gk egois n mo menang cndr haha bom gereja kenakalan biasa wowww....!!! Tepuk jidat

      Hapus
  17. 18 tahun itu sudah Akil baligh lah koq bisa kenakalan anak biasa itu udh kriminal

    BalasHapus
  18. 18 tahun itu sudah Akil baligh lah koq bisa kenakalan anak biasa itu udh kriminal

    BalasHapus
  19. Baguslah itu... Setelah IAH bebas nanti dia akan belajar dari kegagalannya membuat bom. Dia akan belajar supaya dia tidak akan tertangkap lagi. Trus dia juga bisa belajar lebih giat sehingga bisa membuat bom yang daya ledaknya lebih besar.

    BalasHapus
  20. Baguslah itu... Setelah IAH bebas nanti dia akan belajar dari kegagalannya membuat bom. Dia akan belajar supaya dia tidak akan tertangkap lagi. Trus dia juga bisa belajar lebih giat sehingga bisa membuat bom yang daya ledaknya lebih besar.

    BalasHapus
  21. Ini salah orang tua. Anak bisa begini karena kurang diawasi. Jaman dulu, orang tua pada umum nya selalu betul betul mengawasi anak nya. Jaman sekarang, anak anak dibiarkan pergi kemana mana yg penting pulang jam sekian. Apa ga berpikir, apa yg si anak bisa lakukan dalam sekian jam tersebut? Tanpa diawasi pula.

    BalasHapus
  22. Hukum perlindungan anak adaada, hukum perlindungan pastor gada
    Dasar berat sebelah
    Jgn krna kerjaan yg sama-sama jd advokat main bela aja
    Kalau pastor nya kena bom kian, apa lah hukuman buat anak nya?
    Mikir dong!

    BalasHapus
  23. Benar2 orang bodoh,,,advokat yg kurang mengerti tentang kenakalan atau pembunuhan....hahaha benar2 luar biasa advokat indonesia ini,sudah jelas2 salah masih aja di bela,,,jgn jgn dia jg golongan si IAH HAHAHAAHAHA....

    BalasHapus
  24. Ha??????? Kenakalan anak anak itu biasa ??? mencoba untuk membunuh orang itu biasa ??? Apa apaan ini .... ini Negara hukum dimana seseoarang jika berbuat salah akan mendapatkan hukuman dan bukan hanya minta maaf semua sudah selesai...

    BalasHapus
  25. dalami kasusnya mpe tuntas,lanjut hukuman mati bagi pelaku...
    Ini bukan kenakalan remaja biasa tapi luar binasa.so,di binasakan...

    BalasHapus
  26. Bahaya. Besok anak 18 tahun akan meletakkan bom disemua gereja, Jika IAH dihukum ringan. ini akan dimanfaatkan orang2 tak bertanggung jawab. Jika ini terjad yang bertanggung jawab kedepan jika terulang dan lebih parah, PERADI yang harus bertanggung jawab secara moral, dan seluruh masyarakat akan mengutuk semua PERADI baik personal dan keluarga. ini bahayanya jika sebuah pernyataan dilontarkan asal kepublik. sah2 saja membela, tapi mari membela sesuai takarannya dengan adil. biar esok kita mendapat rahmat yang adil dari Tuhan pencipta.

    BalasHapus
  27. jidad bapakmu lah jing! ngebom kok dibela, teroris itu tol! sok kareak kau mentang pengacara itu, suka' kau saja jang!

    BalasHapus
  28. mungkin pengacaranya itu lupa dengan "PANCASILA"
    Pancsila ke 5 yaitu "keadilan bagi seluruh rakyat indonesia"
    Meski presiden pertama (Ir.Soekarno) yang telah menyampaikan pidato kepada rakyat dan para pahlawan nan gugur di perang. apakah mereka mengharapkan yang adil atau egois.

    CATATAN TAMBAHAN : Sebaik nya di hukuman berat bukan hukuman ringan
    (bukan berarti harus di hukum mati) karena cepat atau lambat masa depan di saat anak-anak akan menjadi kebal HUKUM dan tidak takut kepada siapa baik polisi, politik, teroris dan bah kan presiden sendiri. Sehingga menghasilkan tidak mematuhi aturan, melawan orang tua, membunuh orang yang tidak berdosa dan lain-lain.

    Kenapa saya tidak memberikan hukuman mati karena tuhan itu ada, mau anda percaya atau tidak ini pendapat saya "memberi HUKUMAN MATI" arti saya seperti manusia yang mengutuk seseorang meski orang tersebut tidak berhasil atau gagal melakukan nya karena tuhan telah menghukum terlebih dahulu.

    Pendapat saya hukuman berat setidak nya 10/15 tahun di penjara untuk menyesali bahwa dia telah melawan tuhan. Semua agama pasti merasa terhina bila seseorang menghina agama lain.

    BalasHapus
  29. jelas_jelas tindakannya seperti teroris kok dibilang kenakalan anak-anak. silahkan dibelain lah, alasan segala macam, dibawah umur, korban pencucian otaklah, anak yg taat beribadah, saudaranya yg lain katanya ada yg non muslim. tapi ingat, anda-anda orang yg mati-matian belain orang yg bersalah ini, aku yakin Tuhan akan membuat kalian menderita seumur hidup, Tuhan akan menghancurkan semua apa yg anda miliki. ingat itu. silahkan berdalih sesukamu, buat pernyataan yg memutar balikkan fakta. anda semua akan dihukum Tuhan. Semoga anda bisa membaca komentarku ini, aku muak melihat dan mendengar tindakan kalian.

    BalasHapus
  30. Kalau suatu saat nanti anak atau anggota keluarga Rina mati karena remaja teroris.......barulah dia akan menelan apa yang telah dia katakan.

    BalasHapus
  31. Gak mau nakal gimn dididik ama guru gak bisa, dipukul didikit aja kekerasan di rumah orang tua gak bisa didik ya gini jadinya.
    Negara indonesia mau jadi apa, makin lama gak makin bagus gini

    BalasHapus
  32. itu krn ayah sipencoba pembuhunan krn seorang pengacara juga makannya banyak yg bela dia smpe2 30 org advokad yg mau bantu dia.
    coba aja kalau org biasa dan org mikin boro2 ada yg bantu.
    dan org yg mau bantu dia itu,itu adalah org bodoh.cuma gelarnya saja yg S.H atau master.
    itu org yg mau melalukan percobaan bunuh diri itu layaknya dihukum mati(tembak mati).dia ga layak lg untuk hidup

    BalasHapus
  33. buat anak pun dah bisa koq dibilang anak anak

    BalasHapus
  34. kenakalan remaja ? ini teroris bukan kenakalan remaja.. biar mau pake 100 pengacarapun , teroris tetap teroris !

    BalasHapus
  35. Adili dan tembak mati......
    Karena dia itu calon bibit teroris yg akan merajalela di medan.

    BalasHapus
  36. Kalau tindakan IAH dikelompokan sebagai Kenakalan biasa. maka akan muncul IAH-IAH lain atau anak-anak dibawah umur yang dengan sadar atau dipaksa/dijebak oranglain yang juga akan meniru tindakan yang sama dan meledakan bom lainnya. mereka akan sembunyi dan merasa aman dari Jeratan hukuman berat. ditambah lagi mereka akan di bela oleh PERIDI.

    BalasHapus
  37. karna kelalaian orang tua yang membuat seorang anak berani melakukan hal semacam ini. seharus nya orang tua nya yang di beri saknsi, jika anak selalu di bela dan hukum selalu berpihak kepada nya hal semacam ini akan ia lakukan lagi karna ia berpikir bahwa hukum masih berpihak kepada nya meskipun ia melakukanhal yang tidak baik lagi. memberi sanksi kepada orang tua memberi efek kepada anak nya. seberapa besar anak menghargai orang tua nya. ini lah hukum di negeri kita yang salah selalu di bela.

    BalasHapus
  38. Ini para pengacaranya waktu masih kuliah mungkin pada dapat Nilai E mata kuliah Logika Hukum. Wkwkwwk ( lawak2). Sah2 aja kau mau membuat pembelaan tp alasan yang logika lah ckckckck

    BalasHapus
  39. Ini para pengacaranya waktu masih kuliah mungkin pada dapat Nilai E mata kuliah Logika Hukum. Wkwkwwk ( lawak2). Sah2 aja kau mau membuat pembelaan tp alasan yang logika lah ckckckck

    BalasHapus
  40. Tanda-tanda hilangnya jati diri Indonesia.

    BalasHapus
  41. Skrng gini ja..jika 30 pengacara siap mendukung si iah smua pengacara siap menerima tantangan gk.. jkalau iah kalah dlm sidang Ni.smua pengacara yg mendukung iah harus di msukkan kdlam penjara ar mereka tw mna yg benar dan mna yg slhh..ar mereka tw mana yg nma ny hukum dan kenakalan ank..ank bayi ja jklau mbunuh orng tu ada hukum ny Ar klian tw ...sembrono ja...jdi pengacara ko jdi gmblokk..tu Gereja yg di bomm..tmpt kmi berdoa ..tmpt kmi memulia kn nma tuhan. Ap Klian mw mleceh kn kmi umat Nasrani..sok hebat gitu Klian smua...ingat Indonesia penuhdengn hukum dan undang undang..ingt tu. Klu sempat nti iah lolos mn gra gra 30 pengacara yg kurang kerjaan yg tidak jlas dan bodoh tu..Ku sumpah kn Klian smua mati demi nama Greja kami tmpt kmi berdoa dan memuliakan nma tuhan.ingt tu..

    BalasHapus
  42. Gawat bahh.. Medan sedang dipecah belah oleh pihak2 tertentu. Baru saja usai kasus pembakaran Rmh makan BPK,, eehh malah datang lg kasus pencobaan pengeboman Gereja.

    BalasHapus
  43. Luar Biasa sekali kenakalan anak Indonesia sekarang ini ya, percobaan bom bunuh diri di tempat ibadah & menusuk pemimpin agama (penganiayaan sesama manusia) disebut kenakalan anak biasa??? Biasa menurut sudut pandang siapa dan sisi mana ya? #Wah untunglah saya mempunyai masa kanak-kanak berbeda dari jaman sekarang

    BalasHapus
  44. ITU BUKAN KENAKALAN ANAK REMAJA, DAN BUKAN TINGKAT DEWASA.
    TETAPI ITU KENAKALAN TINGKAT DEWA.

    BalasHapus
  45. Sumpah demi Tuhan, bila Dia berkenan untuk memaafkan ku, aku kan menyuruh anak ku untuk melakukan pengeboman d t4 merek beribadah dan aku akan berkata "Maaf saudara/i sekalian, anak saya masih dibawah umur dan korban pencucian otak dan itu semata hanya kenakalan anak2 BIASA" apakh hukum yg berdiri di Indonesia akan berdiri di samping ku atau krn faktor RAS itu tidak berlaku pada ku???

    merke ingin berbicara ttg UU NO.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak BAB IX tentang Penyelenggaran Perlindungan, Bagian Kelima (perlindungan khusus) Psl.59 dan Psl. 64, itu semua d jadikan sebuah alasan dan topeng bahwa anak nya tlh d eksploitasi oleh orang lain.. namu perlu d perhatikan kembali di Psl.19 apa kewajiban si anak, dan psl. 26 ttg kewajiban orang tua, bila mrka tdk mampu mengasuh anak, apa merka berani hak asuh nya d cabut dan di gantikan oleh orang lain ? tidak ada yg berani.... pakai acara UU perlindungan ank? bullshit.. orang tua nya sudah kalah malu dluan akan POSISI, PUBLITAS yg dia punya dengan PERBUATAN anak nya...

    BalasHapus
  46. Ini RENCANA PEMBUNUHAN MASAL dan bukan kenakalan remaja. Citra buruk seandainya paduan suara advokad membela PELAKU KEJAHATAN dgn dasar utama adalah Org tua klien mantan pengacara... bahayanya lagi kalau putusan sidangnya atas dasar org tua tersangka adalah teman seangkatan atau mungkin sering di traktir waktu kuliah... mau jadi apa hukum di negara kita ini ???

    BalasHapus
  47. Kenakalan Anak Biasa Bukan Kyak Gtu Perasaan Gw Emnk tuh Pengacara Gk Ad Anak ?
    18 Tahun Udah masuk Usia ABG Bukan Anak" Lagi....
    Apa Anak bisa Melakukan Itu sendiri ?
    Itu Udah Termasuk Pembunuhan Berencana Bukan Kenakalan Lagi

    BalasHapus
  48. Kejahatan kepalamu peang..kalau tdnya bom nya meledak korban jiwa banyak apa itu kejahatan biasa tailah kau anjing..kalau ga bisa hukum di tegakkan saya yang bunuh itu orang...tai kau

    BalasHapus
  49. 30 pengacara ini pasti sudah sakit jiwa dan gak paham hukum. sudah jelas di negara ini terorisme termasuk kejahatan luar biasa (apa perlu ada yg ngingatin). jika remaja saja kejahatannya seperti ini gimana dewasa nya bro.
    30 pengacara ini pasti sepi job alias pengacara tak laku.

    BalasHapus
  50. Ibu Rina sah-sah saja sebagai pembela IAN... tapi Saya merasa risih dengan kata pernyataan ibu Rina yang mengatakan "" itu hanya kenakalan anak-anak biasa"" boloh ibu Rina membela anak dibawah umur.. tapi bahasa ibu sangat tidak profesional... Hati2 Loh ibu Rina... ini bukan anak2 yg sedang bermain bola yg bisa ibu bilang hanya kenakalan anak2 biasa... Seandainya hal ini terjadi sama perilaku anak ibu sendiri.. apa cukupkah nasehat ibu sama anak ibu sendiri menasehati hanya kenakalan anak biasa... Kurang lengkap anda tidak sosok org hukum dan sosok ibu... By. Petrus. P samarinda

    BalasHapus
  51. Bapak Ibu hak seorang terdakwa adalah pembeleaan. dan pembelaan itu diwakili oleh Tim Pembela memang itu aturan perundangan begitu jadi jangan terlalu berfikran yg tidak2. Nanti juga adatim penuntut. dan semuanya akan dbuktikan dalam proses persidangan
    Tuhan memberkati

    BalasHapus
  52. Pengacaranya kebablasan dia tidak tahu kalau tindakan bom mengebom itu sudah masuk tindakan teroris yang sudah masuk tindakan extra ordinary, ko dianggap tindakan biasa saja, apa lagi dianggap hanya kenakalan anak anak saja. Coba di kasih bom ke anak2 sama teroris suru ngebom itu pengacara2, apa masih di anggap hanya kenakalan remaja atau anak anak? Kalau mau berikan bantuan hukum okelah tapi jangan diremehkan masalahnya.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...