Rabu, 28 September 2016

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

GARUT - Bencana banjir yang melanda Garut adalah waktu yang tepat untuk saling membantu bagi sesamanya. Namun ini tak berlaku bagi segelintir orang.

Beberapa waktu lalu di media sosial tersebar foto dua orang biarawati yang membantu korban banjir Garut dengan tulisan "MISSIONARIS SUDAH TURUN DI GARUT". Hal ini juga ditulis oleh website jurnalmuslim.com. Berikut kutipannya:

"Sebuah foto yang diklaim berlokasikan di daerah banjir bandang Garut membuat miris bagi siapa saja yang melihatnya. Bukan hanya bangunan yang roboh dan kondisi warga Garut saja yang membuat sedih, namun penampakan dua perempuan yang diduga sebagai missionaris pun menarik perhatian Umat Islam.

Betapa tidak, acapkali missionaris memang melancarkan aksinya di tempat-tempat yang tengah dilanda bencana, dan tak lain tujuan mereka adalah kristenisasi.
"

Tidak hanya jurnalmuslim.com, banyak website islami lain yang turut menyebarkan berita ketakutan jika 2 orang biarawati ini melakukan kristenisasi saat membantu korban banjir Garut. Tak pelak, sikap paranoid ini menuai sindiran dari para netizen.

Fanspage Dr.Kafir Naik -bersatu melawan kekafiran- mengupload meme untuk menanggapi kejadian itu. Tertulis "Untuk Para Kaum Kafir bila anda sedang naik sebuah perahu dan anda melihat seseorang tenggelam ada baiknya ditanya dulu mau ditolong apa tidak takutnya pertolongan anda dianggap kristenisasi. #sarcasm"

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Dr.Kafir Naik pun menulis "wah upaya kristenisasi semakin gencar,hati-hati bila menerima sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun yang berasal dari kafir. Ingat apapun yang diberikan oleh kafir = auto-kristenisasi."

Salah satu netizen bernama Anang Maruf pun turut memberikan komentarnya, "Luar biasa,dulu saya pernah kerja di perusahaan asing milik kafir,tapi syukurlah saya selalu menolak saat diberi gaji oleh bos saya,saya curiga uang tersebut adalah upaya kristenisasi oleh bos saya."

Netizen lain bernama Dony Pandjaitan menambahkan "klw ada orang sekarat ,kebetulan rumah sakit yg berbasis Kristen dekat dgn lokasi orang sekarat trsbt. Sepatutnya jgn masuk rumah sakit itu,, Katakan lebih baik mati syahid Husnul khatimah dr pada hidup selamat di RS Santa Maria."


Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Roy Widiaman juga mempersoalkan bantuan negara eropa terhadap pengungsi Muslim timur tengah yang diduga kristenisasi. "Kristenisasi dilakukan dengan segala cara..! Harusnya Eropa tidak menerima, memberi makan, tempat tinggal & tunjangan hidup buat pengungsi dari negara2 muslim.."

Kareem Sadikin juga membandingkan bantuan 2 biarawati ini dengan bantuan salah satu ormas yang ingin diliput media. "Mereka itu tidak kebelet diliput media beda dengan laskar petamburan yang doyannya di beritakan melulu "

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Netizen lain juga menuliskan sindiran yang sama "tenang aja mereka misi kemanusiaan, bukan merengek" minta di liput wartawan" disertakan link protes soal bantuan FPI tidak diliput media.

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Akun Donny Winardi juga menjelaskan jika masuk Katolik tidaklah semudah yang mereka kira, "hahahhaahahahaa MEMANG MASUK KATOLIK GAMPANG tong ?? itulah kalo bloon dipiara. FPI bantuin dipuji2, suster bantuin disuudzonin ... hahahahaha". Netizen lain menambahkan "Urus berkas ini itu, izin sana sini, belajar setahun, hapal ini itu, ujian, sah..

Bantuan Biarawati Disebut Kristenisasi Menuai Sindiran Netizen

Akun Stefanus Leonid Wibowo juga mengatakan hal serupa "Diajak masuk Katholik? Emang gampang? Lebih susah masuk Katholik drpd masuk UI, ITB, UGM, testnya aja 1tahun..."

12 komentar:

  1. Inti ajaran Yesus adalah "Kasih" yang dibuktikan sikap dan perbuatan kasih kepada setiap manusia (apapun agama/kepercayaan/keyakinannya), dan sama sekali tidak ada unsur Kristenisasi. Kalau memang kemudian ada yang menjadi Kristen, itu karina panggilan, Bukan kamu yang mencari Aku, tetapi Aku yang memilihmu, sebab sesungguhnya banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih" Iman bukan karena paksaan, dan atau kaderisasi tetapi berdasar pengalaman iman masing-masing. Benar kata netizen di atas, bahwa untuk menjadi Katoloik tidaklah mudah ada syaratnya antara lain:
    a. Jika masih di bawah umur (misal karena tertarik temannya)
    1. harus surat pernyataan dari orang tua dan ditandatangani di atas materai.
    2. mengikuti pelajaran agama Katolik (katekumen) sekurang-kurangnya 1,5 tahun dengan minimal 85 % kehadiran, jika kurang dari ketentuan dengan sangat terpaksa ada penundaan untuk menjadi Katolik.
    3. menjelang pembabtisan, sekali lagi harus ada persetujuan orang tua, Ketua lingkungan dan wilayah gerejani.
    b. Untuk yang sudah dewasa (17 tahun atau lebih)
    - mengikuti pelajaran agama Katolik (katekumen) sekurang-kurangnya 1 tahun (termasuk perpindahan dari gereja non Katolik). Perbedaannya kalau yang dari Kristen Protestan akhirnya ada pengukuhan. sedangkan yang dari non Kristen ada pembabtisan. Belum lagi yang ingin menjadi biarawan/wati, maka syaratnya semakin berat.
    Jadi janganlah setiap sumbangan dari orang-orang yang beragama Kristen terus diartikan Kristenisasi. Sebab pada dasarnya kita adalah a. Sesama manusia ciptaan Allah Tuhan yang maha esa, dan perlu diketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial. b. Sesama warga negara Republik Indonesia yang ber-Pancasila, ber-UUD 1945, dan ber-Bhineka Tunggal Ika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah di Tolong di hina dengan Kafir.... Dasar Kaum dajjal....

      Hapus
    2. Umat Islam yang soleh ,yang bukan Radikal tentu akan mengerti & Terima kasih dengan Bantuan dari Umat Kristiani, Hanya Umat muslim yang SESAT / Radikal ,WAHABI..... yang tidak bisa Terima semua itu , Hati2 Banyak Umat muslim yang alirannya tidak jelas / Radikal Memprovokasi. Wass.Muslim Nusantara

      Hapus
  2. Umat Islam kok takut dengan biarawati ? Bagaimana umat dari agama Allah yang maha sempurna merasa takut dengan umat dari agama kafir dan yang menyekutukan Allah dengan manusia. Kita jemaat Katholik tidak pernah takut dengan Islamisasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati2 datang dg sembunyi2.... krna takut hemm

      Hapus
  3. hati-hati da sedang encari teman di neraka kelak ... !!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muhammad saja minta di sholawatkan di doakan agar terhindar dari api neraka jahanam.....berarti muhammad tidak berada di surga.

      Hapus
  4. Mana yang datang secara sembunyi-sembunyi? Jelas disorot, dengan pakaian khas kebiarawatian dan tampak dengan jelas kok dikatakan sembunyi-sembunyi.

    BalasHapus
  5. PASTI NGUMATNYA MAMAD ini HAHAHAH :v

    BalasHapus
  6. Orang ditolong kok bilangnya Kristenisasi..
    Yg buat judul berita sepertinya ngga waras

    BalasHapus
  7. Kasihlah musuhmu berbuatlah baik kepada orang yg membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yg mengutuk kamu berdoalah bagi orang yg mencaci kamu.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...