Jumat, 23 September 2016

Toleransi Palsu: Warga Tanahlaut Bersihkan Gereja yang Dihentikan Pembangunannya

Toleransi Palsu: Warga Tanahlaut Bersihkan Gereja yang Dihentikan Pembangunannya

PELAIHARI - Ingin desanya dianggap sebagai 'Desa Toleran', Kepala Polsek Batuampar, AKP Tatang Hidayat mengajak peran serta anggotanya dan masyarakat di Desa Damit, Batuampar, Tanahlaut, bergotong-royong membersihkan tempat ibadah. Di desa Damit ada dua tempat ibadah yang berdekatan, yaitu masjid dan gereja.

Saat ini renovasi pembangunan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Damit sedang dihentikan oleh pemerintah kabupaten Tanahlaut. Penghentian pembangunan tempat ibadah umat kristen itu hingga kini sedang diproses dan dicarikan solusinya karena menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai.

Menurut AKP Tatang Hidayat, dengan aksi gotong-royong warga membersihkan dua tempat ibadah berdekatan itu membuktikan jika warga Desa Damit memiliki rasa toleransi antarumat beragama.

"Dugaan intoleransi itu nothing," kata AKP Tatang Hidayat, Rabu (21/9/2016).

Kepala Desa Damit, Agus Susilo mengaku polemik pemugaran bangunan gereja di desanya itu terjadi sejak 2015 lalu.

"Kami ini sebenarnya tidak mempermasalahkan. Warga kami aman, damai dan sentosa. Cuma, oleh pemerintah kabupaten Tanahlaut yang menghentikan pembangunan renovasi gereja itu hingga kini," katanya.


=======

Klaim sebagai 'desa toleransi' oleh warga Desa Damit dan Kapolsek Batu Ampar justru bertolak belakang dengan fakta di lapangan dimana warga desa Damit sendirilah yang memaksa pembangunan gereja dihentikan dengan alasan letak gereja sangat dekat dengan masjid.

Seorang jemaat gereja tersebut menuliskan kronologi penolakan renovasi pembangunan gereja melalui website laporpresiden.id. Berikut kutipannya:

Toleransi Palsu: Warga Tanahlaut Bersihkan Gereja yang Dihentikan Pembangunannya


Gereja Kalimantan Evangelis Damit. Gereja kami berdiri sejak 1985 sejak saat itu belum pernah direnovasi.

Gereja kami terdiri dari 14 kepala keluarga. terletak di Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kecamatan Batu Ampar, Dusun Bangun Sari Rt 19 DAMIT. Sekitar 2 setengah jam dari Kota Banjarmasin.

Dan pada awal tahun 2015 panitia pembangunan mulai merenovasi Gereja kami. Setelah Gereja kami direnovasi, ternyata banyak sekali orang yang tidak setuju dengan pembangunan Gereja kami. Mereka melapor keFKUB setempat atas ketidak setujuan mereka. Mereka bilang Gereja kami menggangu TPA padahal kami hanya memakai Gereja kami pada hari minggu, dan jika ada acara Gerejawi. Dan jarak TPA dengan Gereja kami kurang lebih 500m. Karena alasan itu tidak masuk akal maka mereka kembali mencari cara untuk menghambat pembangunan Gereja kami. Mereka mengundang majelis GKE Damit agar datang kesebuah pertemuan yang dihadiri kepala kecamatan, pemuka agama, kepolisian dan 2 majelis dari kami. Itu tidak membuah kan hasil, malah itu menghambat pembangunan Gereja kami. Mereka mengundang mengatas namakan seluruh umat muslim yang ada diwilayah Damit. Jadi sebagian orang muslim yang melihat itu, kecewa, karna pada dasarnya mereka tidak keberatan dengan pembangunan Gereja kami.

Setelah berbulan bulan masalah kami belum juga selesai. Kami sudah mencoba mendatangi pemerintah kabupaten tanah laut tapi tidak ada hasil. Dan pada pertengahan bulan februari Gereja kami dihentikan oleh satpol pp. Mereka memaksa menandatangani surat, dan mereka memasang sebuah kertas yang ditempel di gedung gereja bertuliskan "pembangunan dihentikan".

Kami mohon kepada Bapak. kami mohon ketegasannya Pak dalam menghadapi masalah ini. Supaya kami dapat melanjutkan pembangunan Gereja kami. Kami cuma mau ibadah dengan tenang. Jadi kami mohon dengan sangat keadilannya. Terimakasih atas perhatian bapak. Salam sejahtera.

Sumber: https://www.laporpresiden.id/13928/pembangunan-gereja-kami-dihentikan 

=======

Apakah dengan bergotong-royong membersihkan gereja yang pembangunannya sudah dihentikan oleh mereka sendiri, lantas membuat Desa Damit menjadi desa yang menjunjung tinggi toleransi?

2 komentar:

  1. MUSLIM TOLERANSI.......BULL SHIT.....BUKTINYA ARAB SAUDI SANGAT MENENTANG PEMBANGUNAN GEREJA DI WILAYAHNYA........ARAB SAUDI SANGAT RASIS .......DISKRIMINASI THD NON MUSLIM.

    BalasHapus
  2. ISLAM WAHABI......ISLAM RADIKAL.....MENGAJARKAN KEKERASAN ATAS NAMA JIHAD.....TERORIS.....FANATIK ....TIDAK TOLERANSI BAGI PEMELUK AGAMA LAIN.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...