Minggu, 25 September 2016

Objek Wisata Patung Yesus Mulai Dikembangkan di Berbagai Daerah

Objek Wisata Patung Yesus Mulai Dikembangkan di Berbagai Daerah

Dari sekian banyak objek wisata buatan, salah satu yang cukup marak belakangan ini adalah pembangunan Patung Yesus. Banyak daerah mayoritas Kristen yang ramai-ramai membuat destinasi wisata buatan ini. Selain menambah pendapatan daerah melalui wisata rohani, pembangunan Patung Yesus ini juga berfungsi sebagai ikon dari sebuah wilayah, yang mana akan menarik banyak orang untuk berkunjung.

Setelah objek wisata patung Yesus di Manado, Tana Toraja, Talaud dan berbagai daerah lain selesai dibangun, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara juga tak mau kalah. Dari sekian banyak objek wisata di Kabupaten Kepulauan Sitaro, salah satu yang sedang dikembangkan adalah Patung Yesus di Kampung Balirangeng Kecamatan Siau Timur Selatan (Sitimsel).

Objek wisata religi tersebut berdekatan dengan sejumlah lokasi wisata bahari serta Bandar udara (Bandara) di Pihise. Meskipun menarik perhatian pengunjung, namun pengelolaan dan penataan menurut warga masih perlu dilakukan.

“Sebenarnya lokasi wisata ini sangat menarik. Bukan hanya dari sisi patungnya tapi juga lokasi yang tepat berada di seputaran objek wisata bahari. Pemandangannya membuat kami ingin tetap berada di lokasi ini,” tutur Marlin, salah satu pengunjung dari Siau.

Apalagi, lanjut para pengunjung, lokasi tersebut sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah. Jadi lebih mudah dalam mengembangkan.

“Sebagai warga kami mendukung. Apalagi lokasi itu kan sudah menjadi kewenangan pemerintah sebagaimana info yang kami dengar selama ini. Jadi tidak masalah dikembangluaskan termasuk membangun jalan serta sarana-sarana lainnya,” tambah Yones, pengunjung lain.

Mereka menantang pemerintah daerah, khususnya instansi terkait untuk memacu pengembangan objek wisata religi tersebut.

Hal serupa turut disampaikan Jeky Makanoneng warga Siau. Menurutnya upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui instansi terkait sudah efektif. Terutama dalam pembangunan objek wisata religi tersebut.

“Hanya saja pembangunan patung dan sarana yang ada saat ini sudah beberapa tahun lalu. Kalau bisa ada penambahan fasilitas dalam menunjang kebutuhan pengunjung,” tukas keduanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sitaro Dra SW Katiandago mengatakan sejak 2014 lalu sudah ada anggaran hampir sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan pengembangan objek wisata tersebut. Namun, masih terkendala dengan permasalahan tanah.

“Sehingga hal ini masih dalam proses penyelesaian. Sudah berapa kali kami menghadap tapi kedua belah pihak keluarga mengaku memiliki hak milik dari tanah tersebut. Jadi sementara waktu anggaran tersebut dialihkan ke objek tempat wisata lainnya,” terangnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...