Rabu, 21 September 2016

Pembangunan Patung Tuhan Yesus Memberkati di Talaud Hampir Rampung

Pembangunan Patung Tuhan Yesus Memberkati di Talaud Hampir Rampung
DIPACU: Pembangunan Patung Tuhan Yesus Memberkati terus digenjot. Pekerjaan sudah hampir rampung.

Pembangunan destinasi wisata buatan Patung Tuhan Yesus Memberkati, hampir rampung. Patung yang berdiri kokoh tampak menawan dipandang.

"Ini identitas masyarakat Talaud. Dalam artian, setiap tamu yang berkungjung ke Talaud, tanpa diberi tahu dapat langsung mengenal ini daerah mayoritas Kristen," ujar Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Minggu kemarin (18/9).

Manalip mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang serius ditanganinya. Sebab bidang pariwisata mampu menopang pertumbuhan satu daerah termasuk kabupaten pemekaran seperti Kabupaten Talaud.

“Yang pasti komitmen dan gagasan cemerlang dari pemerintah provinsi dalam bidang pariwisata harus ditindaklanjuti dengan maksimal oleh 15 kota kabupaten di Sulut, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal daerah masing-masing,” ucapnya.

Lanjutnya, khusus di wilayah Talaud, pembangunan kepariwisataan dilakukan berjalan seimbang dengan pembangunan sarana dan prasarana infrastrtuktur. Khususnya menuju destinasi pariwisata sebagai kantong perekonomian di daerah ini.

“Pembangunan bidang pariwisata kami lakukan dengan memaksimalkan keberadaan sarana dan prasarana pendukung di lokasi objek wisata. Pemerintah daerah akan terus membangun sinergitas dengan pihak legislatif dan forkopimda serta stakeholder untuk membangun dan menuju Kabupaten Talaud yang lebih baik lagi. Serta memaksimalkan kordinasi dan konsultasi dengan Pemprov Sulut," kata Manalip.

Asisten Administrasi Umum Yohanis Kamagi menambahkan, terobosan, gagasan dan komitmen Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam bidang pariwisata patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya.

“Pada prinsipnya Pemkab Talaud siap sejalan. Gagasan brilian dari gubernur pasti kami dukung. Saat ini bupati lagi serius lakukan pembenahan dan pembangunan kepariwisataan lewat sejumlah strategi dan gagasan dengan meningkatkan partisipasi publik,”ungkap Kamagi, belum lama ini.

Seperti daerah lain di Sulut, Talaud juga memiliki sejumlah potensi pariwisata yang bernilai ekonomi tinggi.

“Baik destinasi buatan maupun kawasan wisata bawah laut. Salah satu situs wisata buatan yang sementara dalam penyelesaian adalah Monumen Patung Tuhan Yesus Memberkati, serta sejumlah situs budaya yang bernilai sejarah, religius serta potret potensi wisata yang bernilai kearifan budaya lokal,” tandas mantan Kadis PU ini.

5 komentar:

  1. Hebat, jangan lupa dipayungin, biar catnya awet :)

    BalasHapus
  2. 2 kemungkinan , manusia bisa pilih taat atau sebaliknya :

    Keluaran 20: 4-5 Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air di bawah bumi. jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.

    Ulangan 4:23 Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu dilarang kau perbuat.

    Imamat 26:1 Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga baru berukir janganlah kamu tempatkan di negrimu untuk dujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu.

    Yeremia 10, 1-8
    Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel!. Beginilah firman TUHAN: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?. Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah.Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat.” Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, apakah Raja bangsa-bangsa?. Sungguh, kepada-Mu lah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!. Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka.

    BalasHapus
  3. Udah pernah dibahas tentang pembuatan patung di web bersatulah dalam gereja katolik nih judul artikelnya "apakah membuat patung itu dilarang" buka sendiri sana....haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya patung itu dibuat agar lebih focus ples +kyusuk sma Allah kalau tujuan menyembah patungnya…. ya jadi berhala

      Hapus
  4. Menerjemahkan Alkitab itu tidak dilihat hanya dari bab per bab dan ayat per ayat, karena jamannya Yesus dan jamannya para Nabi sebelum Yesus itu berbeda dan misinyapun berbeda.Baca di Galatia 3. Membuat patung dan menuhankannya kemudian disembah seperti jamannya Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir membuat patung domba tuangan emas kemudian di jadikan tuhan dan di sembah itun yang salah. Orang Katolik punya iman kepada Yesus Kristus yang merupakan gambaran dari pada Tuhan itu sendiri dan nyata bahwa Yesus itu pernah ada sehingga tidak jadi masalah kalau dibuatkan gambaranNya berupa patung ataupun gambar yang kita lihat di greja-greja Katolik, yang nota bene hanya digunakan sebagai sarana untuk berdoa bukan untuk di sembah. Yang penting adalah Iman, hanya Imanlah yang dapat menyelamatkan kita. Semoga.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...