Sabtu, 24 September 2016

Sudah Punya IMB, Warga Muslim Tetap Segel Gereja Toraja

Sudah Punya IMB, Warga Muslim Tetap Segel Gereja Toraja

MAKASSAR – Warga Muslim Jalan Cendrawasih III melakukan protes pembangunan Gereja Toraja yang berada di Kompleks Patompo. Itu terjadi sejak Jumat (23/9/2016) sekitar pukul 13.30 WITA. Warga muslim setempat bersikeras jika pembangunan Gereja Toraja tersebut tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Warga muslim menolak pembangunan gereja tersebut dengan cara membentangkan spanduk yang tertuliskan "stop pembangunan gereja tanpa izin warga". Tampak pula beberapa warga setempat masih berjaga-jaga di sekitar Gereja Toraja, yang berada di Kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso.

“Pembangunannya tidak dilengkapi dengan IMB sejak 2014 lalu. Memang pernah ada peletakan batu pertama, akan tetapi Walikota tidak memastikan adanya izin pembangunan gereja,” Kata Roel, salah seorang warga saat dikonfirmasi di lokasi.

Ia menambahkan, warga muslim melakukan aksi lantaran pembangunan Gereja tersebut tidak sesuai dengan jumlah umat Kristen yang bermukim di kompleks Patompo. Mereka (umat Muslim) merasa tidak dihargai sebagai warga.

“Warga merasa tidak pernah didatangi untuk melakukan pembangunan Gereja tersebut. Pembangunannya melanggar perjanjian kesepakatan yang dibuat pada rapat di kelurahan, untuk menghentikan pembangunan,” imbuhnya.


Sudah Punya IMB, Warga Muslim Tetap Segel Gereja Toraja

Gereja Toraja Sudah Punya IMB yang Sah

Menurut Pendeta Gereja Toraja, Daur Sanpe Rurun, pihaknya sudah mengantongi surat izin dari dinas tata kelola kota Makassar, sejak diresmikan pada tanggal 17 Juli 2015 lalu oleh Walikota Makassar.

"Sudah ada izin dari pemerintah kota Makassar. Sejak peletakan batu pertama, walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang datang kesini dan meresmikan," kata Daur Sanpe Rurun

Pendeta Daur pun heran, padahal surat dan kelengkapan izin Gereja Toraja sudah lengkap dan sah tapi warga tetap bersikeras jika izinnya bodong.

“Kami sudah melengkapi surat-surat dan kelengkapan izinnya di Dinas Tata Ruang Kota. Akan tetapi warga setempat menilai pembangunan gereja ini IMB nya bodong,” kata Daur, saat ditemuinya di gereja.

Pihaknya selaku pengelola, ungkap Daur, sempat membeli sepetak tanah yang berada di belakang Gereja untuk dibangun lantai tiga, dan rencananya lantai dasar akan dijadikan lahan parkir Gereja.

“Karena keterbatasan lahan, kami akan jadikan lantai dasar untuk parkir dan rencana lantai tiga difokuskan untuk tempat peribadatan. Akan tetapi ada warga yang mengaku tidak dimintai izin,” ucapnya.

Sumber: http://makassarterkini.com/warga-cendrawasih-segel-gereja-yang-diduga-tidak-memiliki-izin/

Baca juga:

2 komentar:

  1. Beginlah nasib minoritas, di tindas, di diskriminasi, di persulit izin IMB oleh aparat Pemda.....warga di provokator oleh ormas Islam FPI.

    BalasHapus
  2. FPI biang provokator telah memfitnah gereja telah memanipulasi tanda tangan warga.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...