Minggu, 18 September 2016

Walau Dilarang Uskup, Pastor Rantinus Tetap Gunakan Gelar 'Pastor' di Pilkada Tapteng

Walau Dilarang Uskup, Pastor Rantinus Tetap Gunakan Gelar 'Pastor' di Pilkada Tapteng

Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Ludovicus Simanullang, secara resmi mengeluarkan larangan kepada Pastor Rantinus Simanalu untuk menggunakan gelar kepastorannya dalam pencalonannya di Pilkada Tapanuli Tengah 2017.

Larangan itu ditegaskan dengan dikeluarkannya Dekrit Penarikan Yuridiksi dari Tugas Imamat P. Rantinus Manalu, Pr bernomor: 15/KS-SK/2016, tertanggal 16 Agustus 2016.

Dekrit itu sebagaimana diterima dari salah seorang jemaat Katolik di bawah Keuskupan Sibolga. “Sudah, sudah diedarkan, tembusannya juga banyak itu, semua warga Katolik di Keuskupan Sibolga mendapat tembusan itu,” kata seorang jemaat yang meminta agar namanya tidak disebutkan, Sabtu (27/8).

Dekrit tersebut berisikan 9 poin keputusan dan ketetapan. Dimana dalam poin 6, ayat a hingga d, ditegaskan tentang pelarangan penggunaan gelar Pastor itu. Isinya yakni:

(6) Sebagai konsekuensi lanjutan dari penarikan Yuridiksi tersebut, P. Rantinus Manalu, Pr dalam seluruh kegiatan dan proses perpolitikan sejak pemberlakuan surat ini dikenai juga larangan;

(a) Menyebut diri sebagai Pastor, karena sebutan itu melekat pada Imam tertahbis dalam Gereja Katolik.

(b) Memakai singkatan PAUS (Pastor-Ustadz), karena dengan demikian tetap dipakai sebutan atau panggilan untuk Imam Katolik (Pastor), yang bertentangan dengan poin (a) diatas, dan karena Paus adalah jabatan tertinggi pemimpin Gereja Katolik.

(c) Memakai atribut Pastor, seperti: jubah, baju berkolar klerikus.

(d) Menggunakan fasilitas-fasilitas keuskupan/gereja.

Walau Dilarang Uskup, Pastor Rantinus Tetap Gunakan Gelar 'Pastor' di Pilkada Tapteng
Pastor Rantinus Simanalu, Pr

Pastor Rantinus Tolak Poin dalam Dekrit Uskup Sibolga

Pastor Rantinus Simanalu, Pr dengan tegas menolak poin dalam Dekrit Uskup Keuskupan Sibolga yang melarang dirinya menggunakan gelar Pastor di Pilkada Tapteng.

“Saya nanti akan mengirim juga (jawaban) ke pihak Keuskupan, saya menolak poin yang mengatakan bahwa tidak boleh memakai Pastor,” ujar Pastor Rantinus saat dikonfirmasi melalui telepon di Sibolga, Sabtu (27/8).

Pastor Rantinus menegaskan bahwa penolakan dirinya itu dengan alasan substansial. Menurut ia, tahbisan Imamat kepada dirinya masih sah dan berlaku.

“Tahbisan saya masih sah dan saya belum pernah meminta untuk keluar (dari Imamat) ke Tahta Suci di Roma. Karena tahbisan itu sah, makanya saya masih sah dan belum dibatalkan pentahbisan saya,” terangnya.

Disinggung apakah penolakan itu mengartikan bahwa Uskup Sibolga sebenarnya tak memiliki kewenangan mencabut gelar itu, Pastor Rantinus membantahnya. Ia menjelaskan, bahwa penolakan yang ia lakukan adalah upaya melindungi Imamat yang diberikan kepadanya.

“Kan mereka punya kuasa sepenuhnya, Uskup itu memiliki kuasa Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif. Tak bisa kita katakan tidak boleh. Yang kita katakan adalah, bahwa kita ingin melindungi Imamat kita,” terangnya.

Diketahui, Pastor Rantinus Simanalu beberapa waktu lalu telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon bupati Tapanuli Tengah melalui jalur perseorangan. Pastor Rantinus berpasangan dengan Ustadz M. Sodikin Lubis dengan sebutan pasangan ‘PAUS’ (Pastor-Ustadz).

Pasangan itu telah menyerahkan berkas syarat dukungan, dimana saat ini KPU Tapanuli Tengah melaksanakan Verifikasi Faktual terhadap dukungan bakal pasangan calon.

Berikut Dekrit Penarikan Yuridiksi dari Tugas Imamat P. Rantinus Manalu, Pr

Walau Dilarang Uskup, Pastor Rantinus Tetap Gunakan Gelar 'Pastor' di Pilkada Tapteng

Walau Dilarang Uskup, Pastor Rantinus Tetap Gunakan Gelar 'Pastor' di Pilkada Tapteng

Sumber:

3 komentar:

  1. Berkah Dalem, ibu dan bapak semua, perkenan kan saya wahyu nugroho, wk. Ketua DP Kleca, bahwa benar ada kejadian di paroki kleca, menurut perkiraan dinihari ada suatu kejadian dimana, isi tabernakel dikeluarkan, kunci hilang, tembok ruang tabernakel ditulisi dg bhs inggris, juga bbrp bagian dalam tembok gereja, dan juga KS, dan banyak kertas bertulisan, saat ini sdg dlm penanganan kepolisian, mohon doa ibu dan bapak semua, juga dimohon umat tetap tenang, mari kita jaga situasi kondusif di kota solo tercinta. Maturnuwun.

    BalasHapus
  2. Ketidaktaatan adalah awal kesombongan. Ketidaktaatan satu-satunya hal yang membuat Lucifer jatuh.

    BalasHapus
  3. Mungkin pastor ini lupa apa itu apostolic succession. Kita doakan saja.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...