Jumat, 28 Oktober 2016

Demi Rekonsiliasi, Paus Fransiskus Hadiri Perayaan 500 Tahun Gereja Protestan

Demi Rekonsiliasi, Paus Fransiskus Hadiri Perayaan 500 Tahun Gereja Protestan
Paus Fransiskus bertemu dengan pemimpin Gereja Lutheran Swedia, Uskup Agung Antje Jackelen

VATIKAN - Senin pekan depan, Paus Fransiskus berkunjung ke Swedia untuk menghadiri perayaan 500 tahun terbentuknya aliran gerakan Reformasi Gereja yang akhirnya membentuk gereja Protestan.

Dalam kunjungan sebagai simbol rekonsiliasi Gereja Katolik dan Protestan itu, Paus dijadwalkan hadir dalam sebuah kebaktian yang digelar Federasi Lutheran Sedunia (LWF) di kota Lund, wilayah selatan Swedia.

Dalam kebaktian itu, Paus Fransiskus akan ikut beribadah dengan umat Protestan yang muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap ajaran dan kekuasaan Gereja Katolik Roma.

Terlepas dari latar belakang sejarah itu, kehadiran Paus Fransiskus dalam acara itu sudah sangat sensasional.

"Jangan dilupakan bahwa Martin Luther menyebut paus sebagai anti-Kristus dan menjadi kritikus paling pedas terhadap Gereja Katolik Roma," kata Theodor Dieter dari Institut Lutheran untuk Reiset Ekumenikal.

"Tiga tahun lalu para uskup dan kardinal menganggap, reformasi protestan bukan sebuah hal untuk dirayakan," tambah Dieter.

Namun, sejarah bukan satu-satunya alasan yang memisahkan kedua tradisi Kristen ini.

Gereja Lutheran Swedia adalah salah satu aliran yang paling liberal dalam kekristenan.

Pemimpin tertinggi Gereja Lutheran Swedia saat ini dijabat seorang perempuan, Uskup Agung Antje Jackelen sejak 2013. Sejak 1960, Gereja Swedia sudah mengizinkan perempuan menjadi pendeta dan memimpin ibadah.

Dan bahkan Gereja Lutheran Swedia menyambut baik kalangan gay dan lesbian termasuk mereka yang ingin menjadi pendeta.

Semua hal yang dilakukan Gereja Lutheran Swedia hingga saat ini tak pernah dilakukan atau justru ditentang oleh Gereja Katolik Roma.

Paus Fransiskus sendiri dikenal dengan upayanya yang keras untuk meningkatkan hubungan antara Gereja Katolik dan kelompok keagamaan lainnya.

Bahkan, awal tahun ini Paus Fransiskus mengatakan, Gereja Katolik harus meminta maaf atas semua perlakuannya terhadap aliran Kristen lainnya di masa lalu.

Kebaktian yang digelar di kota Lund itu untuk memperingati 500 tahun aksi biarawan Jerman Martin Luther yang menempelkan protes terkait penyimpangan Gereja Katolik di masa itu.

Martin Luther menuliskan protesnya di secarik kertas lalu menempelkan kertas itu di pintu sebuah gereja di kota Wittenberg.

Aksi yang menentang ajaran dan kekuasaan Paus itu mengakibatkan Luther dinobatkan sebagai penjahat oleh Gereja Katolik Roma.

Aksi Martin Luther itulah yang dianggap menjadi titik awal gerakan Reformasi Gereja, sebuah gerakan yang menciptakan aliran keagamaan dan politik baru di Eropa.

Butuh beberapa abad penuh kekerasan hingga gereja-gereja Protestan menjadi mapan dan mendominasi di wilayah utara benua Eropa.

Ajang di kota Lund ini juga merupakan bagian dari 50 tahun dialog gereja Katolik dan Lutheran untuk menyepakati beberapa hal yang menyebabkan gerakan reformasi gereja.

Pada 1999, Gereja Katolik dan Lutheran akhirnya menyepakati beberapa isu teologis yang menjadi akar dari permasalahan kedua kepercayaan ini.

8 komentar:

  1. Semoga kedua pemimpin, gereja Katolik & Protestan di persatukan kembali dalam nama Yesus kristus......amien

    BalasHapus
  2. Sudah saatnya kedua pemimpin Rekonsiliasi.......melupakan masalah lalu....supaya persatuan gereja2 semakin kuat dalam dalam menghadapi penganiyaan orang2 Kristen di Timur Tengah terutama ISIS, Boko Haram, Al Shabaad, Al-Qaida yg selalu melakukan kekerasan, teror, penculikan,
    pemerkosaan, pembunuhan thd orang non muslim.

    BalasHapus
  3. Semoga hubungan gereja Katolik dan gereja Protestan semakin kuat dan ke arah yg lebih baik dan menolong orang2 Kristen yg mengalami penganiayaan di seluruh dunia

    BalasHapus
  4. Semoga gereja Protestan kebali ke dalam pangkuan Kerahiman Allah dalam GerejaNya yang kudus, katholik, dan apostolik.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Saya sudah belasan tahun mendalami ajaran2 dan teologi Katolisitas. Melihat halaman ini, ada satu hal yg mengganjal hati saya. Yaitu bahwa semua kutipan di samping halaman menyampaikan bahwa tidak ada keselamatan diluar Gereja Katolik (kutipan St. Agustinus, St. Siprianus, St. Padre Pio, dll bahkan Paus Francis). Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik yaitu bahwa ada keselamatan diluar Katolisitas karena Tuhan tidak dibatasi oleh ciptaannya (agama2). Saya rasa tidak baik utk membohongi umat dengan kutipan2 yg menyesatkan seperti itu, kita tidak bisa mengaku Katolik dengan mengubah ajarannya sedikitpun juga. Saya mengerti bahwa dengan memberi ajaran ekstrim (fanatik) mungkin akan lebih menarik org dgn cara menakuti bahwa mereka tidak akan selamat tanpa masuk Katolisitas. Namun bagi saya, saya menganggap ajaran Katolik paling benar karena ketika semua ajaran lain berkata tidak ada keselamatan diluar agamanya, hanya ajaran Katolik yg menekankan diluar Katolisitas masih ada keselamatan, membuat ajaran Katolik terasa jujur dan terlepas dari kepentingam politis gereja. Menekankan fanatisme seperti itu membuat kita tampak tidak bijaksana dan sombong, padahal Yesus sendiri memuji orang Samaria (yg dikenal kafir). Ini juga tidak masuk akal karena bagaimana dengan orang2 di pedalaman yg tidak pernah mengenal Yesus sama sekali? Saya sungguh memohon agar admin mau menghapus kutipan2 yg saya tahu palsu itu. Terima kasih banyak, Yesus berkati :)

    BalasHapus
  7. Maaf sekali, terkait komentar sebelumnya saya baru saja mengecek kembali dan ternyata kutipan2 diatas adalah benar. Namun saya bingung, karena dari ajaran yg saya pelajari, Katolik mengakarkan ada keselamatan diluar gereja. Mengapa pemuka2 agama Katolik mengatakan sebaliknya? Terima kasih banyak.

    BalasHapus
  8. Maaf sekali, saya penulis komentar sebelumnya. Saya barusan mengecek dan ternyata kutipan2 tersebut ialah benar. Namun selama ini dari ajaran yg saya pelajari, ada keselamatan diluar gereja. Mengapa itu bertentangan dengan kutipan2 tersebut? Saya mempelajari ajaram Katolisitas saya dari sekolah Katolik dan romo diluar sekolah, juga berbagai komunitas katolik dan selama ini ajarannya selalu konsisten yaitu keselamatan ada juga bagi orang2 NON-katolik yg hidupnya baik. Ini membingungkan :/

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...