Selasa, 04 Oktober 2016

Misa Paus Fransiskus di Georgia Diboikot Gereja Ortodoks

Misa Paus Fransiskus di Georgia Diboikot Gereja Ortodoks

TBILISI - Misa Paus Fransiskus di Georgia tidak seramai di tempat lainnya. Total kapasitas stadion di Tbilisi yang menjadi tempat misa Paus Fransiskus hanya terisi separuh.

Gereja Kristen Ortodoks Georgia rupanya meminta para jemaatnya untuk tidak datang menghadiri misa Paus Fransiskus. Ini merupakan misa Paus Fransiskus di area terbuka yang tingkat kehadirannya terendah.

Warga yang hadir dalam misa mengatakan kunjungan Paus Fransiskus ke negara mereka merupakan sesuatu yang baik bagi Georgia.

"Ini adalah acara yang sangat signifikan, baik untuk negara dan untuk keseluruhan Katolik," kata Keti Khitarikhvili kepada Reuters, Sabtu (1/10/2016).

"Dia adalah Paus sejati. Dia bukan hanya figur religius, tapi juga tokoh politik. Saya rasa dengan kunjungan ini, peran Georgia akan dikenal di panggung dunia," sambung dia.

Dengan total pemeluk Katolik di bawah satu persen, Georgia bukanlah tujuan ideal bagi Paus Fransiskus. Namun Paus Fransiskus bertekad menggandeng Kristen Ortodoks di Georgia untuk mengatasi jurang perbedaan yang terbentuk sejak abad ke-11.

Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Georgia pada 1999. Ketika itu ia diperlakukan hanya sebagai kepala negara Vatikan, bukan pemimpin keagamaan.

Georgia, negara kecil dengan populasi 4,3 juta warga, sama-sama memiliki mayoritas Kristen Ortodoks seperti Rusia. Namun kedua negara pernah berperang dalam waktu singkat pada 2008.

Vatikan mencoba memulihkan hubungan Gereja Rusia dengan Georgia, namun belum berbuah hasil. Georgia justru ingin bergabung dengan Uni Eropa dan NATO, yang dipastikan tidak akan membuat Rusia senang.

Misa Paus Fransiskus di Georgia Diboikot Gereja Ortodoks
 Misa Paus Fransiskus di Georgia relatif sepi bila dibandingkan dengan misa serupa di negara lain, 1 Oktober 2016.

Mengapa Terjadi Boikot?

Menurut kantor media Associated Press, hanya ada sedikit warga Georgia yang menghadiri misa Paus Fransiskus di stadion Meshki, dengan total kapasitas 25 ribu orang.

"Selama masih ada perbedaan dogmatik antara gereja kita, Ortodoks tidak akan hadir dalam misa mereka," ucap perwakilan gereja Ortodoks Georgia di dunia maya.

Seorang imam gereja Ortodoks Georgia mengatakan kepada AP bahwa ketidakhadiran dalam misa Paus Fransiskus adalah bentuk protes atas upaya Katolik mengubah pendirian Ortodoks.

"Bisakah Anda bayangkan apa jadinya jika ulama (Muslim) Sunni datang ke Iran (mayoritas Syiah) dan menggelar acara keagamaan di sana? Hal semacam itu tidak akan terjadi," kata Bapa David Klividze.

Namun pemimpin gereja Ortodoks Georgia Patriark Ilia, menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus dan menyebutnya sebagai "saudara." Ia juga mengatakan, "semoga Tuhan memberkahi Gereja Katolik Roma."

Misa Paus Fransiskus di Georgia Diboikot Gereja Ortodoks
 Paus Fransiskus (kiri) disambut Patriark Ilia.

Presiden Georgia Georgy Margvelashvili hadir dalam misa Paus Fransiskus. Sejumlah politikus memilih absen karena takut mengecewakan para pendukungnya menjelang pemilihan umum.

Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Azerbaijan hari ini, yang hanya memiliki kurang dari 300 pemeluk Katolik. Azerbaijan adalah negara yang mayoritasnya adalah Muslim.

Meski minoritas, pemeluk Katolik di Azerbaijan hidup damai bersama mayoritas Muslim. Paus Fransiskus akan menyoroti hal tersebut, sama halnya seperti kunjungan ke Turki pada November 2014.

4 komentar:

  1. Sudah saatnya Paus Fransiskus & Patriark llia bersatu memerangi musuh yg sama yaitu ISIS.

    BalasHapus
  2. Sudah saatnya Kedua pemimpin rekonsiliasi.

    BalasHapus
  3. Perlu kita sadari, bahwa kunjungan Paus ke berbagai negara adalah kunjungan seorang imam agung kepada umatnya (umat Katolik) jadi sangat wajar bagi, umat Kristen yang lain untuk tidak menghadiri misa tersebut (termasuk Kristen Ortodhoks).

    BalasHapus
  4. Alangkah indahnya jika kedua pemimpin di persatukan dalam nama Yesus Kristus.....amin

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...