Jumat, 14 Oktober 2016

MUI Tolak Kapolda Banten Karena Beragama Kristen

MUI Tolak Kapolda Banten Karena Beragama Kristen
Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi.

Pengurus MUI se-Banten menyatakan penolakan untuk pelantikan Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Banten. MUI punya alasan kalau Listyo Sigit Prabowo merupakan seorang non muslim yang sehingga tak pantas untuk dapat menjadi Kapolda di wilayah penduduk muslim.

“Kami meminta supaya kapolri bisa menyesuaikan dengan kondisi Banten. Sembilan puluh persen orang Banten itu Islam, pejabatnya juga harus Islam,” tutur Mahmudi, Ketua MUI Kota Serang, Banten.

Wakil Ketua MUI pun turut menambahkan jika penolakan tersebut merupakan hal yang wajar.

“Penolakan ini merupakan aksi yang sangat wajar kita lakukan karena pengganti Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri memiliki perbedaan agama dan bukan seorang Muslim,” ungkap Wakil Ketua MUI, Kabupaten Tangerang, Jasmaryadi.

Ia menyatakan bahwa Banten merupakan wilayah kesultanan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Kita ingin sampaikan kepada Kapolri, Banten merupakan wilayah kesultanan dan banyak kerajaan Islam berdiri di Banten serta penduduknya mayoritas beragama Islam,” terangnya.

Begitu juga dengan tokoh Islam dari Banten, Tubagus Saptani turut menyatakan bahwa pihaknya menolak dengan tegas kehadiran dari Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda.

“Sejarah dan budaya Banten berbeda dengan provinsi lain dan Banten adalah wilayah kesultanan,” ujarnya.

Ulama Islam yang juga Ketum Dzurriyat Kesultanan Banten, Tubagus Imamudin menegaskan bahwa penunjukkan Kapolda Banten yang beragama Non Muslim tidaklah sesuai dengan semangat Provinsi Banten yang Islami.

“Sebagai tanah para wali, Kapolda Banten sejatinya harus dekat dengan para ulama dan para tokoh. Kami khawatir dengan latar belakang Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo, tidak mampu mengurai dinamika keadaan masyarakat Banten yang Islami,” ucap Imamudin.

Atas penolakan itu, ulama se-Banten mendatangi Mabes Polri untuk beraudiensi dengan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian. Ulama meminta Kapolri agar tidak menempatkan penjabat Kapolda Banten yang non Muslim.

Aksi penolakan itu tidak melibatkan nama organisasi apapun, melainkan atas nama ulama Banten dan MUI Banten. Para ulama membawa 400 tanda tangan ulama Banten yang menolak Kapolda non Muslim ke Mabes Polri.

13 komentar:

  1. Memang Muslim Rasis.....melihat manusia dari agamanya.....bukan profesional, memajukan masyarakat Banten.....Islam selalu promosi agama yg menjunjung tinggi toleransi....agama Damai Rahmatan Lil Alamin ......BULL SHIT.

    BalasHapus
  2. Islam Fanatik banget sama Non Muslim.

    BalasHapus
  3. Besok besok, pemilihan Dirut suatu BUMN harus seorang muslim .... karena pegawainya mayoritas adalah islam ....... terus RT ... terus RW ... terus lurah (kalau ini mah sudah ... lurah Susan)

    BalasHapus
  4. Seharusnya pemerintah memgikuti dan menerima serta mengabulkan permintaan MUI se-Banten itu agar kondisi negeri ini tetap kondusip. Bila tidak, maka yang rugi juga pemerintah dan kepemimpinanya dianggap tidak berhasil, karena tidak mampu mengurai dan menganalisa secara jeli terhadap aspirasi itu .. !

    BalasHapus
  5. ISLAM artinya keselamatan dan kedamaian. Tidak ada diluar Islam yang memiliki keselamatan dan kedamaian. Hanya AL ISLAM saja. Dan tak ada yang bisa menjamin keselamatan manusia kelak, apalagi hanya seorang manusia. Yang menjamin selamat dan tidak-nya seseorang adalah ALLAH SWT. Itu saja. Jangan dibalik, entar salah jalan ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lu kenapa nyasar di website komunikasi katolik ? Gak ada website dari agama lu ya ?

      Hapus
    2. Muhammad saja minta di sholawatkan di doakan oleh umatnya agar terhindar dari api neraka jahanam....Nauzubillah Minzalik.

      Hapus
    3. Islam agama yg mengajarkan kebencian, permusuhan & kekerasan thd orang2 Yahudi, Non Muslim di cap kafir, Murtad.

      Hapus
  6. jangan dikasih hati, Kapolda bukan digaji sama MUI. Kalau mreka tidak mau, angkat saja org MUI jadi Kapolda dan mereka gaji pake uang MUI. biar mrk bisa atur. org otaknya dangkal. pikir ini negara islam.

    BalasHapus
  7. Islam artinya kedamaian dan keselamatan? setuju. tapi anda tolong buka mata dan lihat sekeliling dunia. Jika aliran islam radikal yang dipaksa untuk diterapkan tanpa toleransi,,,, tidak akan ada kedamaian. Jadi di NKRI, katakan, islam nusantara,islam damai, Yes !!! islam fanatik dan islam radikal,, No!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  8. memang di negara kita ini menganut sistem apa kah
    kesultanan
    demokrasi
    atau keagamaan

    karena indonesia bukan negara islam .. melainkan negara demokrasi
    maka dari itu siapapun berhak dan pantas menjadi seorang pemimpin
    dan juga mohon di lakukan pengkajian yang mendalam akan ini karena negara ini bukan negara islam tapi negara demokrasi .... terimakasih

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...