Senin, 28 November 2016

Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Pujian Bagi Tuhan, Netizen Menangis!


Peristiwa ledakan bom di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur menyebabkan 4 balita menjadi korban.

Keempat balita itu adalah Intan Olivia Banjarnahor (2,5), Triniti Hutahayan (3), Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4), dan Anita Kristobel Sihotang (2). Intan Olivia Banjarnahor (2,5) akhirnya meninggal dunia.

Seorang netizen Mary Asiba Hutapea berhasil merekam video mengharukan, balita Trinity Hutahayan (3) dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4). Keduanya terlihat masih dirawat intensif di rumah sakit.

Mary Asiba Hutapea memberi caption pada videonya sebagai berikut:

‘Video korban bom Gereja OIKUMENE Samarinda, Trinity Hutahayan dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga. Sedih nonton nya, ditengah2 musibah yg mereka alami,mereka msh tetap memuji nama Tuhan,dengan lagu kesukaan mereka: "Kingkong badan besar tp kaki pendek...". Semoga cepat sembuh ya sayang,tetap semangat dan ceria selalu. Anak Tuhan Yesus harus lbh kuat lagi.. Gbu all’

Dalam video itu terlihat keduanya bernyanyi dengan senang hati, padahal, kondisi keduanya masih dibalut perban tebal karena menderita luka bakar akibat bom tersebut.

Keduanya tak menampakkan suasana kesedihan, keduanya tetap bernyanyi dengan suara nyaring sebuah lagu rohani anak-anak untuk memuji Tuhan.

Sejak diposting, video itu telah ditonton sebanyak 516.547 kali dan telah dibagi sebanyak 23 ribu kali oleh netizen.

Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Pujian Bagi Tuhan, Netizen Menangis!

Postingan itu juga dikomentari sebanyak 5.866 oleh netizen, berikut komentar netizen:

Yustina Wassar: Cpt smbuh ya adik2 pintar Tuhan syg adik2

Yulce Sudamara: Tdk sanggup nonton sampe abis...cpt sembuh nak....Tuhan pny cara trsendiri untk mnghibur dan membri kekuatan pada kalian yg msh anak2.

Onya Anyozz: Cepat sembuh sayanggg. kalian kuattt. anak Tuhan hebattt. semangat sayang ya

Jho Permana: Ya Tuhan sembuhka anak2 yg terkena musibah bom, mereka ingin selalu memuji Engkau karna mereka tahu Tuhanlah penyembuhku. Cepat sembuh ya dek. Gbu

Christina Galuh Real: TUHAN jamah adik2 ku spy sgra sembuh Amien

Vicky Virginia: Mereka aja yg sakit masih bisa memuji TUHAN tapi kita yang sehat malas ,Ya TUHAN sembuh kan mereka amin

Budi Cing: Cepet sembuh. mereka tdk tau apa2. hanya korban dr org biadab

Norve Sue: Cepat sembuh nak, Tuhan Yesus akan memulihkan dengan sempurna

Thjialip Choi: Manusia biadab yg melakukan bom korban nya anak2 kecil yg tiada dosa jg tiada musuh klo anak teroris itu kena bom gimana perasaan nya

Gina Nataria Oeffie: Gbu trinity dan alvaro, Tuhan Yesus memberikan kesembuhan. Dan tetap mengampuni ya. Love you

Kepolisian dari Polda Kaltim bersama Densus 88 akhirnya menyelesaikan kasus ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Setelah ini, penyelidikan akan dilanjutkan ke Jakarta, karena seluruh tersangka kasus ledakan bom dibawa menuju Jakarta oleh Densus 88, Sabtu (19/11/2016) pagi ini.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin menjelaskan, tersangka dari kasus ledakan yang mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka itu, berjumlah tujuh orang.

Satu pelaku berinisil J yang sejak hari pertama telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu pada Kamis (17/11/2016) lalu kepolisian menetapkan empat tersangka lainnya, berinisial S, Ad, Gap, dan Rpp, yang sebelumnya merupakan saksi di antara 19 saksi yang telah diamankan sejak pertama.

Lalu, kepolisian kembali menetapkan dua tersangka lainnya, yang diamankan di Penajam Paser Utara (PPU), berinisial Js dan R.

"Pagi ini semua tersangka dibawa ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut oleh Densus 88. Tujuh tersangka yang ada ini merupakan hasil pemeriksaan, pencocokan antara barang bukti dan pengakuan saksi-saksi lainnya," kata Safaruddin dalam konferensi pers di Mako Detasemen B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim, Samarinda Seberang, Sabtu (19/11/2016).

Ketujuh tersangka tersebut terbukti terlibat dalam perencanaan, penyedia bahan baku bom, pembuatan bom hingga eksekusi di hari peledakan.

"Mereka terlibat, sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu pelatihan membuat bom dan perencaan menjalankan aksinya," ucapnya.

Sedangkan untuk jaringan tersangka, Safaruddin tidak dapat membebernya, karena masih dalam tahap penyelidikan oleh Densus 88.

"Untuk jaringan belum saatnya untuk disampaikan, karena proses pemeriksaan dan pengembangan masih berlanjut di Jakarta," kata dia.

2 komentar:

  1. Islam Radikal Teroris ....kita tidaK menjelekan Islam tetapi memberikan fakta sebenarnya tentang Islam.

    BalasHapus
  2. Melakukan bom bunuh diri halal asal berguna bagi Jihad,sambil berteriak .......allahu akbar......... Islam satu2nya agama yg mengajarkan benih2 kebencian, kekerasan thd orang2 kafir, Yahudi & Murtad.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...