Senin, 19 Desember 2016

Mesir Paksa Pelajar Kristen Pakai Jilbab dan Hafal Alquran

Mesir Paksa Pelajar Kristen Pakai Jilbab dan Hafal Alquran

KAIRO – Protes bergelora di Mesir setelah sejumlah sekolah memaksa murid Kristen menghafal Alquran dan yang perempuan diwajibkan memakai jilbab. Jika melanggar, mereka bisa dikeluarkan dari kegiatan belajar mengajar atau dihukum sabetan di depan kelas.

Fenomena ini terjadi serempak di beberapa sekolah. Para murid dan orangtua pun membagikan kisah mereka di jejaring media sosial. Satu hal yang menyamakan mereka adalah, perasaan teraniaya sebagai penganut Kristen Koptik di Negeri Piramida.

Salah satu kisah datang dari Rahman Salem, siswi berumur 12 tahun di Delta, utara Mesir. Sebagai penganut Kristen, pemudi itu tidak perlu mengenakan penutup kepala hingga ke leher. Namun pihak sekolah memaksanya. Bahkan ketika dia tetap datang ke sekolah tanpa jilbab, dia diusir dari kelas dan teman-teman memandang jijik kepadanya.

“Saya dipaksa berdiri sendirian di lapangan sekolah. Kepala sekolah kemudian datang dan berkata kepada saya, ‘Di sekolah, kau harus berhijab. Di luar, terserah kamu. Tidak ada seorang anak perempuan pun pantas menunjukkan rambutnya di muka umum. Semua harus pakai hijab’,” tuturnya, Minggu (6/11/2016).

Salem menjelaskan, teman-teman Kristen lain di sekolahnya jadi terpaksa mengikuti aturan ini. Bunyi bel pulang sekolah lantas menjadi penanda paling ditunggu, karena pada saat itulah mereka boleh melepas jilbabnya.

Perasaan tidak nyaman atas aturan tersebut juga diutarakan ibu Salem. Dia masih ingat ketika seorang guru memakinya karena tidak mengajarkan putrinya berpakaian yang pantas.

“Saya terkejut mendapati para ibu lain menghentikan saya di gerbang sekolah. Mereka bilang, bagaimana bisa saya membiarkan putri saya masuk sekolah tanpa kerudung. Bagi saya tidak ada yang salah dengan seragamnya, tetapi mereka mengejek dia karena rambut dan leher yang terlihat,” kisahnya.

Tekanan yang sama dialami para murid dan orangtua di Provinsi Sharqia. Selain para siswinya diwajibkan memakai hijab, mereka juga dipaksa menghafal Alquran. Jika tidak bisa, baik siswa maupun siswi Kristiani ini akan dipukuli.

Padahal, umumnya sekolah-sekolah di Mesir menyediakan kelas khusus untuk umat beragama lain. Saat pelajaran agama, anak-anak Kristen akan diajar guru-guru Kristen di kelas lain. Sementara murid-murid yang beragama Islam tetap tinggal di dalam kelas untuk mempelajari agama dan keyakinannya.

“Guru-guru Kristen telah mengajukan keluhan kepada kepala sekolah, tetapi sampai sekarang tidak ada teguran apalagi sanksi yang dijatuhkan kepada guru-guru Muslim tersebut,” ujar ayah Viola, seorang siswi di Sharqia.

Sekolah lain yang terletak di Samalout juga menyimpan kisah serupa. Orangtua Abanob, siswa berumur 11 tahun geram bukan kepalang mengetahui anaknya dipentung dan disuruh berdiri menghadap papan tulis dengan tangan diangkat ke atas selama jam pelajaran, semata karena tidak bisa menyebutkan satu pun isi Alquran. 

Umat Kristen di Mesir berjumlah 10 persen dari 90 juta jumlah penduduk Mesir. Setelah lengsernya Presiden Husni Mubarak, umat Kristen di Mesir kerap mengalami diskriminasi dan serangan dari kelompok mayoritas Muslim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...