Kamis, 08 Desember 2016

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Setelah pengusiran KKR Natal di Sabuga, Bandung, kembali terjadi insiden berbau sentimen agama di Yogyakarta. Sekelompok pemuda yang menamakan diri Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) menggeruduk kantor humas dan admisi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Jl.Dr. Wahidin Sudirohusodo No.5-25, Yogyakarta pada Rabu (07/12/2016) siang.

Mereka memprotes poster iklan penerimaan mahasiswa baru UKDW yang menampilkan foto wanita berjilbab.

“Hendaknya pihak UKDW tidak sembarangan, simbol jilbab untuk umat Islam dicampur dengan mereka yayasan Kristen. Kami amat sangat terusik sekali, jelas-jelas ini tidak dibenarkan secara syariat,” katanya.

Menurut Ustadz Budi, pihak UKDW beralasan iklan itu sebagai bentuk keberagaman dan kebhinekaan. Mereka mengaku yang menjadi model iklan pun mahasiswanya.

“Silahkan berbhineka, tapi jangan campur adukkan simbol umat Islam dengan yang lain. Mungkin bagi mereka halal-halal saja, tapi bagi kami ini tidak,” tegasnya.

Umat Islam Yogyakarta merasa resah dengan Iklan UKDW yang menampilkan muslimah berjilbab. Ustadz Budi menambahkan bahwa permintaan umat Islam Yogyakarta, iklan itu harus segera diturunkan.

“Kami sangat-sangat tidak bisa menerima hal itu. Itu simbol kita, sampai titik akhir akan kita bela,” ujarnya.

Sementara itu, Wiwid Kepala Unit Administrasi dan Promosi UKDW, saat didesak permintaan anggota AM FUI untuk mencopot iklan tersebut, dirinya mengatakan bahwa pihak UKDW dalam memasang baliho bekerja sama dengan bagian promosi eksternal. Menurutnya ada 6 titik baliho yang tersebat di pinggir jalan utama Yogyakarta.

“Kita berusaha memahami permintaan anda, kalau ingin mediasi dengan pihak Rektorat bisa kita sampaikan. Namun ada surat dari ormas anda, kalo untuk iklan yang didepan kampus, sudah kita lepas kok, bisa dicek,” katanya.

Ustadz Budi memberi batas waktu 1 kali 24 jam bagi UKDW untuk melepas 6 baliho iklan PMB 2017/2018 yang tersebar di pinggir jalan wilayah Yogyakarta.

Berikut status Facebook M Fuad Andreago, seorang anggota FUI Yogyakarta soal hal itu. Namun kini akun FB tersebut telah dihapus. Berikut screenshoot statusnya.

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Insiden ini ternyata menjadi viral di sosial media khususnya Twitter dan Facebook. Banyak yang menyatakan tindakan ini merupakan hal yang bodoh karena merugikan syiar Islam sendiri.

“Gobloknya minta ampun, malah bagus universitas Kristen tdk alergi pd jilbab, itu kan syiar Islam jg,” kata Guntur Romli lewat akun Twitter @GunRomli.

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

UKDW merupakan universitas yang didirikan tahun 1985. Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana yang berdiri sejak 31 Oktober 1962.

Selain fakultas teologi, universitas yang berada sekitar dua kilometer dari Tugu itu memiliki fakultas teknologi informasi, arsitektur, bisnis, bioteknologi, kedokteran dan pendidikan bahasa Inggris.

Sementara itu, FUI pernah terlibat pada pembubaran kegiatan budaya di Yogyakarta, seperti pemutaran film Senyap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan Institut Seni Indonesia, Desember 2015.

3 komentar:

  1. Memang Islam goblok, malah bagus universitas kristen tidak anti jilbab.

    BalasHapus
  2. Bagaimana jika yang berkeinginan masuk universitas itu muslimahnya sendiri tanpa pengaruh orang lain? Apakah juga akan mereka larang?

    BalasHapus
  3. goblok nya dari kandungan , lah kalau fakultasnya bersifat umum seperti teologi informasi , hukum ,ekonomi dsbnya kan malah membantu 'memintarkan' / 'membikin cerdas' umat muslim , di bikin cerdas kok gak mau , aneh , ngoahahahahaha

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...