Senin, 27 Februari 2017

Diserang ISIS, Warga Kristen Koptik Mesir Mengungsi

Diserang ISIS, Warga Kristen Koptik Mesir Mengungsi

KAIRO - Puluhan keluarga Kristen Koptik di Provinsi Sinai Utara Mesir, melarikan diri menyusul terjadinya sejumlah pembunuhan dalam beberapa pekan terakhir yang diduga dilakukan kalangan militan Islam.

Sebagian dari mereka mengungsi di Gereja Evangelis di kota Ismailiya, terusan Suez. Gereja Koptik mengutuk serangan yang mereka sebut bertujuan untuk memecah belah Mesir.

Pada hari Minggu pekan lalu, militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS merilis sebuah video, yang mengancam untuk melancarakan lagi serangan terhadap minoritas Kristen Mesir. ISIS telah bersumpah untuk meningkatkan serangan terhadap minoritas Kristen di Sinai.

"Mereka ingin mengirim pesan bahwa tidak ada yang aman," kata Mina Thabet, yang bekerja dengan Komisi untuk Hak dan Kebebasan Mesir dan yang membantu dengan upaya darurat di Ismailia seperti dikutip dari New York Times, Sabtu (25/2/2017).

Kaum Koptik yang meliputi sekitar 10% dari 90 juta penduduk Mesir, sering menjadi sasaran kelompok Islam radikal dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar serangan militan Islamis dari tahun-tahun terakhir difokuskan di semenanjung Sinai, tempat aktifnya sebuah kelompok jihad terkait ISIS, namun ibukota Kairo juga telah menderita serangkaian serangan dalam dua tahun terakhir.

Sekitar 250 orang warga Kristen dengan barang-barang bawaan mereka sekarang ditamung di gereja Ismailiya ini, kata diakon Nabil Shukrallah, Jumat (24/2/2017).

"Mereka datang mengungsi bersama anak-anak mereka. Ini situasi yang sangat sulit. Kami memperkirakan jumlahnya 50 atau 60 lebih," katanya kepada kantor berita AFP.

Sementara itu, para pengungsi mengatakan mereka sekarang 'takut pada bayangan kami,' dan bahwa mereka 'sedang jadi sasaran dengan cara yang mengerikan.'

Banyak dari mereka berasal dari kota El-Arish, yang mencatat setidaknya tujuh orang Kristen tewas.

Gelombang serangan oleh militan Islam di Mesir marak sejak 2013, setelah militer menggulingkan Presiden Mohammed Morsi, pemimpin terpilih yang berasal dari Ikhwanul Muslimin. Setelah mengambil alih kekuasaan, militer meluncurkan tindakan keras terhadap kalangan Islamis.

Apa Gerangan Kristen Koptik itu?

Gereja Ortodoks Koptik adalah Gereja Kristen utama di Mesir. Sebagian besar penganut Koptik tinggal di Mesir, sementara penganutnya di luar negeri berjumlah sekitar satu juta orang.

Koptik percaya bahwa Gereja mereka terbentuk sekitar 50 Masehi, saat Rasul Markus dikisahkan mengunjungi Mesir. Markus dianggap sebagai Paus Iskandariyah -kepala gereja mereka- yang pertama.

Peristiwa itu menandai pembentukan kelompok Kristen di luar Tanah Suci Yerusalem yang pertama.

Pada Konsili Khalsedon (451 M) gereja ini dipisahkan dari kelompok Kristen lainnya terkait perselisihan mengenai sifat manusia dan keilahian Yesus Kristus.

Gereja awal menderita penindasan di bawah Kekaisaran Romawi, dan mengalami juga pasang surut penganiayaan setelah Mesir menjadi negara Islam. Banyak yang meyakini keadaannya akan berlangsung terus seperti ini.

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...