Jumat, 10 Maret 2017

Pemkab Bogor: 3 Gereja di Parung Panjang 'Status Quo', Tidak Boleh Ada Aktivitas Apapun

Pemkab Bogor: 3 Gereja di Parung Panjang 'Status Quo', Tidak Boleh Ada Aktivitas Apapun

Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat memutuskan tiga gereja di Griya Parung Panjang dalam kondisi status quo, atau tidak boleh ada aktivitas keagamaan apapun di sana.

Tiga gereja itu adalah Gereja Katolik, Gereja Methodist Indonesia dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor mewakili umat Kristen, Febriyanto mengatakan keputusan itu diambil pemerintah Kabupaten Bogor sampai ada keputusan final yang akan diambil akhir Maret ini.

Febriyanto menyesalkan putusan itu, karena dalam pertemuan itu tidak ada jaminan ibadah untuk para jemaah. Meski ada usulan relokasi, namun ibadah Minggu jemaah seharusnya bisa tetap dilaksanakan.

"Teman-teman itu tidak memberikan solusi. Maksudnya, sementara mereka bisa beribadah dimana. Misalnya di sarana fasilitas umum, atau gedung pemerintah. Makanya kemarin itu, saya secara pribadi terus mendesak, agar kalau rumah tinggal itu ditutup, mereka tetap bisa beribadah. Apalagi ini kan perayaan pra-Paskah, perayaan umat kita," kata Febriyanto kepada KBR, Rabu (8/3/2017).

Pada Kamis (9/3/2017) besok, kata Febriyanto, akan ada pertemuan FKUB dengan tiga gereja itu. Rencananya, FKUB akan mendampingi untuk memastikan adanya jaminan ibadah tersebut. FKUB juga sudah meminta Kantor Urusan Agama (KUA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi mediator.

"Besok (Kamis) ketemu, camat akan menyampaikan hasil (keputusan) kemarin. Saya harap kehadiran di sana juga bisa menjadi solusi," tambah Febriyanto.

Sebelumnya, tiga gereja itu nyaris disegel kelompok tertentu yang mengatasnamakan Kelompok 11. Ibadah sekitar 800 jemaat di 3 gereja tersebut diwarnai intimidasi. Kelompok tersebut mengajak masyarakat dengan pengeras suara masjid untuk berkumpul dan menyegel tiga gereja itu.

Bupati Bogor Nurhayanti berkilah kebijakan Camat Parung Panjang yang akan menyegel tiga gereja untuk menjaga keamanan di wilayahnya. Meski demikian, Nurhayanti berjanji mempercepat proses pengurusan izin ketiga gereja. Termasuk meminta pengurus RT/RW mempermudah perizinannya.


8 komentar:

  1. Lebih baik muslim gausah pakai mobil, pakai fb, smartphone .... karena semua buatan kafir...

    BalasHapus
  2. Hukum karma tetap berlaku tdk akan di telan Zaman, " Gusti Allah Mboten Sare " biarin aja Tuhan yg akan membalas mereka2 yg punya Pandangan munafik. Jgn sampe berimbas ke daerah kantong2 Kristen terprovokasi karna hal ini meskipun itu Menyakitkan & Melanggar Konstitusi UUD sesuai yg tertuang dlm " PANCASILA & UUD'45 dgn Falsafah Bhinneka Tunggal Ika " nya utk kebebasan dlm beribadah sesuai kepercayaan dan Agama yg mereka anut dari setiap warga Negara dari bangsa INDONESIA. sbetulnya Peranan Pemerintah Daerah & Pusat yg hrs Tegas dan Jelas dlm ikut menyelesaikan hal sprti ini sebagai penyelenggara Negara sbab efek Dominonya (efek pembalasan dari daerah lain yg kbetulan mayoritas non muslim dlm hub. Sosial) akan berimbas dan akan membuat pada rasa tdk nyaman & aman sebagai sesama Warga Negara RI

    BalasHapus
  3. Pemkab Bogor PEKOK!! gereja yg diurusin tpi banjir dan macet gk mau ngurusin!! Nggak heran sih, provinsi paling intoleran seindonesia gitu looh

    BalasHapus
  4. ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN..... BULL SHIT GEREJA2 DI PERSULIT IZIN IMB.

    BalasHapus
  5. JIKA MASJID DI SEGEL, DI TUTUP MUSLIM KEBAKARAN JENGGOT ....DI ZOLIMIN OLEH ORANG2 KAFIR LAKNAT.

    BalasHapus
  6. ORANG2 YAHUDI TIDAK PERNAH MERUSAK, MEMBAKAR GEREJA ATAS NAMA JIHAD.

    BalasHapus
  7. ISLAM AGAMA PEMBAWA DAMAI ........BULL SHIT.

    BalasHapus
  8. Adalah pekerjaan ANTI Kristus alias DAJJAL yg mengadu domba antar umat beragama. Oleh sebab itu sadarlah semua umat beragama,apapun agamamu, bhw kita sedang berada dipenghujung zaman.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...